Kolaborasi Guru dan Konselor Sekolah dalam Menguatkan Sikap Inklusif
Sumber Gambar. www.kompasiana.com
Kolaborasi
antara guru dan konselor sekolah sangat penting untuk menumbuhkan sikap
inklusif terhadap ODHA. Konselor memiliki keahlian dalam mendampingi kebutuhan
emosional siswa. Guru memiliki kedekatan langsung dengan dinamika kelas.
Sinergi keduanya menghasilkan pendekatan lebih efektif.
Guru
dapat mengidentifikasi siswa yang menunjukkan sikap diskriminatif. Setelah itu,
guru bekerja sama dengan konselor untuk memberikan pendampingan. Pendampingan
ini dapat berupa konseling ringan atau pengarahan positif. Cara ini membantu
memperbaiki pola pikir siswa.
Konselor
dapat memberikan pelatihan keterampilan sosial di kelas. Pelatihan ini membantu
siswa berinteraksi dengan lebih empatik. Kegiatan semacam ini penting untuk isu
ODHA. Siswa belajar mengendalikan kata-kata dan tindakan mereka.
Guru dan konselor juga dapat menyusun program edukasi bersama. Program ini
mencakup penyuluhan, kampanye anti-stigma, dan sesi refleksi. Kegiatan
terstruktur memperkuat pesan inklusi. Siswa mendapatkan pengalaman belajar yang
menyeluruh.
Komunikasi rutin antara guru dan konselor sangat penting. Melalui komunikasi
ini, mereka dapat memantau perkembangan siswa. Setiap perubahan sikap dapat
segera ditangani. Pendekatan kolaboratif mempercepat perubahan positif.
Konselor juga dapat memberikan sesi konseling kelompok. Dalam sesi ini, siswa
belajar memahami perspektif teman mereka. Pembelajaran sosial ini memperkuat
kebiasaan saling menghormati. Sesi kelompok memberikan ruang dialog yang aman.
Guru
dapat memanfaatkan hasil asesmen konselor untuk mengembangkan strategi
pembelajaran. Strategi tersebut disesuaikan dengan kondisi sosial-emosional
siswa. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih efektif. Siswa mendapatkan
banyak keuntungan dari pendekatan ini.
Kolaborasi
yang solid antara guru dan konselor menciptakan lingkungan sekolah yang
inklusif. Siswa merasa lebih nyaman belajar dan berinteraksi. Sikap saling
menghargai tumbuh secara alami. Sekolah menjadi ruang yang aman bagi semua,
termasuk ODHA.
Author
: Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah