Keterlibatan Seniman dan Budayawan dalam Trikora: Bela Negara Melalui Karya Kreatif
Rekonstruksi narasi Bela Negara harus menyoroti peran vital seniman dan
budayawan dalam Operasi Trikora. Mereka menggunakan karya kreatif seperti lagu,
puisi, teater, dan lukisan sebagai alat propaganda dan mobilisasi massa. Seni
menjadi medium yang kuat untuk membangkitkan semangat patriotisme dan persatuan
nasional. Bela Negara tidak hanya di medan perang, tetapi juga di ruang
ekspresi budaya.
Lagu-lagu perjuangan yang populer saat itu berhasil mengikat emosi rakyat
dan menginspirasi sukarelawan untuk mendaftar. Poster dan lukisan yang heroik
menyebar semangat perlawanan terhadap kolonialisme. Seniman secara sukarela
mendedikasikan waktu dan bakat mereka untuk kepentingan nasional. Kontribusi
mereka adalah aset soft power yang tak ternilai harganya.
Narasi historis harus mengabadikan nama-nama seniman Trikora yang
berkontribusi pada perjuangan. Analisis tentang bagaimana seni digunakan
sebagai senjata psikologis juga sangat penting. Karya-karya mereka adalah
dokumen sejarah yang mencerminkan gejolak emosional bangsa. Seni adalah cermin
dari semangat juang kolektif.
Bela Negara modern menuntut keterlibatan aktif seniman dan content
creators dalam menjaga ideologi dan persatuan. Mereka harus menciptakan
karya yang melawan radikalisme, hoax, dan perpecahan. Kreativitas adalah
senjata ampuh dalam perang narasi kontemporer. Seniman adalah pahlawan yang
menggunakan kuas dan pena.
Rekonstruksi narasi ini adalah seruan untuk menghormati peran seni dalam Bela Negara. Pemerintah harus mendukung inisiatif kreatif yang mempromosikan nilai-nilai Trikora. Warisan seni Trikora adalah pelajaran bahwa budaya adalah benteng terakhir pertahanan bangsa.