Keteladanan Rasulullah Pererat Relasi Dosen dan Mahasiswa
Relasi yang harmonis antara dosen dan mahasiswa merupakan fondasi penting dalam terciptanya iklim akademik yang sehat dan produktif. Di lingkungan perguruan tinggi, keteladanan Rasulullah SAW menjadi inspirasi utama dalam mempererat hubungan dosen dan mahasiswa yang dilandasi sikap saling menghormati, empati, dan keadilan.
Al-Qur’an menegaskan keteladanan Rasulullah SAW melalui firman Allah, “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat serta banyak mengingat Allah” (QS. Al-Ahzab: 21). Ayat ini menjadi dasar bagi dosen dan mahasiswa untuk membangun relasi akademik yang berorientasi pada keteladanan, bukan sekadar relasi struktural.
Sikap lemah lembut Rasulullah SAW juga ditegaskan dalam Al-Qur’an, “Maka disebabkan rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekitarmu” (QS. Ali ‘Imran: 159). Nilai ini relevan dalam komunikasi akademik, di mana dosen dituntut bersikap bijaksana dan mahasiswa menjunjung etika dalam menyampaikan pendapat.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menjadi pedoman moral dalam membangun relasi dosen dan mahasiswa yang saling menghargai dan berlandaskan kasih sayang.
Keteladanan Rasulullah SAW mendorong dosen untuk bersikap adil, terbuka, dan membimbing dengan ketulusan, sementara mahasiswa didorong untuk menghormati dosen, bersikap sopan, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran. Relasi yang dibangun atas dasar akhlak mulia akan menciptakan suasana akademik yang dialogis dan kondusif.
Al-Ghazali menegaskan bahwa hubungan pendidik dan peserta didik harus dibangun atas dasar kasih sayang dan keteladanan, karena ilmu akan lebih mudah diterima dalam suasana yang penuh adab dan saling menghormati (Al-Ghazali, 2015). Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, relasi dosen dan mahasiswa tidak hanya bersifat formal, tetapi berkembang menjadi hubungan edukatif yang humanis. Hal ini diharapkan mampu memperkuat budaya akademik kampus dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Al-Qur’an al-Karim. (2019). Surah Al-Ahzab ayat 21; Surah Ali ‘Imran ayat 159. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
At-Tirmidzi. (2007). Sunan at-Tirmidzi. Beirut: Dar al-Gharb al-Islami.
Al-Ghazali. (2015). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Penulis : Wasis Suprapto
Editor : Naela Zulianti Ashlah