Kelas sebagai Ruang Pembentukan Nilai Antikorupsi
Upaya pemberantasan korupsi dinilai tidak bisa hanya
mengandalkan penegakan hukum, tetapi harus dimulai sejak bangku sekolah. Para
pemerhati pendidikan menegaskan bahwa kelas merupakan ruang paling strategis
untuk menanamkan nilai antikorupsi kepada peserta didik sejak usia dini. Hal
ini mengemuka dalam Forum Pendidikan Integritas yang digelar di Jakarta, Senin
(11/11). Dalam forum tersebut, para guru dari berbagai daerah menyampaikan
bahwa perilaku antikorupsi tidak terbentuk melalui ceramah semata, tetapi
melalui pembiasaan, pengalaman belajar, dan teladan yang ditemukan siswa setiap
hari di dalam kelas. “Siswa belajar tentang jujur, disiplin, dan tanggung jawab
bukan dari slogan di dinding, tetapi dari praktik nyata yang mereka lihat,”
ujar Rina Widyastuti, salah satu peserta forum.
Pakar integritas pendidikan internasional, Professor
Tricia Bertram Gallant (University of California San Diego), menegaskan hal
serupa. Menurutnya, “classrooms are
powerful ethical ecosystems where students observe, imitate, and internalize
the behaviors of adults.” Ia menjelaskan bahwa setiap tindakan guru mulai
dari transparansi dalam penilaian, mengakui kesalahan, hingga perlakuan adil
terhadap seluruh siswa membentuk persepsi moral yang akan mereka bawa hingga
dewasa.
Diskusi tersebut juga menyoroti berbagai strategi
pembelajaran yang dapat memperkuat nilai antikorupsi, seperti pembelajaran
berbasis proyek, latihan pengambilan keputusan etis, hingga role play tentang
kejujuran dan tanggung jawab. Sejumlah sekolah percontohan melaporkan penurunan
kasus mencontek dan manipulasi tugas setelah guru konsisten menerapkan budaya
kelas yang bersih dan transparan.
Pada akhir kegiatan, peserta sepakat bahwa kelas bukan
hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan moral dan
integritas bangsa. Dengan guru sebagai pengarah utama, kelas dapat menjadi
benteng pertama untuk mencegah perilaku koruptif berkembang sejak dini, serta
menjadi fondasi bagi terciptanya generasi yang jujur, tangguh, dan bertanggung
jawab.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI