Kekuatan Gotong Royong dalam Mendukung Program Sekolah Berbasis Komunitas
Nilai gotong royong menjadi fondasi sosial yang kuat dalam mendukung program sekolah berbasis komunitas. Guru menyusun kegiatan yang melibatkan masyarakat untuk memperkuat rasa kebersamaan siswa. Orang tua ikut berkontribusi dengan memberikan tenaga, waktu, dan dukungan moral. Masyarakat membuka ruang partisipasi sebagai mitra sekolah dalam pelaksanaan kegiatan. Kerja sama ini menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hidup dan inklusif. Guru mengajak siswa bekerja sama dalam kegiatan kebersihan lingkungan dan bakti sosial. Orang tua membantu memastikan kegiatan berjalan lancar dengan mempersiapkan kebutuhan logistik. Masyarakat menyediakan tempat dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan siswa.
Anak belajar memahami pentingnya kerja sama dalam kehidupan. Gotong royong menjadi nilai yang dipraktikkan secara langsung. Kolaborasi ini memperkuat hubungan antara sekolah dan komunitas. Guru merasakan dukungan yang signifikan dari orang tua dan masyarakat. Orang tua merasa lebih dekat dengan proses pendidikan anak mereka. Masyarakat merasa dihargai karena keterlibatan mereka berdampak nyata. Anak merasakan suasana belajar yang lebih menyentuh kehidupan sosial.
Kegiatan berbasis komunitas juga membantu siswa memahami peran sosial masing-masing. Mereka belajar menghargai kerja keras orang lain. Guru memberikan apresiasi atas keterlibatan siswa dalam kegiatan. Orang tua memperkuat nilai tersebut melalui diskusi di rumah. Masyarakat memberikan contoh nyata nilai gotong royong. Kerja sama ini menumbuhkan rasa kepedulian sosial yang kuat pada diri siswa. Lingkungan sekolah menjadi lebih harmonis. Guru, orang tua, dan masyarakat bekerja bersama menciptakan ruang belajar yang manusiawi. Anak merasa diterima sebagai bagian penting dari komunitas. Program sekolah berbasis komunitas semakin kuat karena dukungan kolaboratif. Nilai gotong royong terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda.
Author & Editor:
Nadia Anike Putri
Sumber foto: AI