Kejujuran ala Rasulullah Benteng Integritas Mahasiswa Kampus
Kejujuran merupakan nilai fundamental dalam
kehidupan akademik mahasiswa. Di tengah maraknya kasus plagiarisme, kecurangan
ujian, dan manipulasi data akademik, keteladanan kejujuran Rasulullah SAW
menjadi benteng utama dalam membangun dan menjaga integritas mahasiswa di
lingkungan perguruan tinggi.
Rasulullah SAW dikenal luas dengan gelar al-Amīn
(yang terpercaya) jauh sebelum diangkat menjadi nabi. Keteladanan ini
ditegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Rasulullah merupakan suri teladan terbaik
dalam membentuk akhlak dan perilaku manusia (QS. Al-Ahzab: 21). Kejujuran yang
melekat pada pribadi Rasulullah menjadi fondasi utama dalam kehidupan sosial,
kepemimpinan, dan pendidikan.
Nilai kejujuran Rasulullah SAW juga ditegaskan
dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, ketika beliau bersabda, “Sesungguhnya
kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Seseorang
senantiasa berlaku jujur hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang
jujur” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa kejujuran
bukan hanya etika sosial, tetapi prinsip moral yang menentukan kualitas pribadi
seseorang.
Dalam konteks kehidupan kampus, kejujuran ala
Rasulullah diwujudkan melalui sikap jujur dalam ujian, keaslian karya ilmiah,
serta tanggung jawab dalam penelitian dan penulisan akademik. Mahasiswa yang
menjunjung kejujuran akan terhindar dari plagiarisme dan manipulasi data,
sekaligus membangun budaya akademik yang sehat dan terpercaya.
Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menegaskan
bahwa akhlak merupakan inti dari pendidikan manusia, dan ilmu tanpa akhlak
berpotensi menyesatkan (Al-Ghazali, 2015). Pandangan ini memperkuat pentingnya
kejujuran sebagai nilai utama yang harus melekat pada proses pencarian ilmu di
perguruan tinggi.
Dengan menjadikan kejujuran Rasulullah SAW sebagai
benteng integritas, mahasiswa diharapkan tumbuh sebagai insan akademik yang
terpercaya, profesional, dan berakhlak mulia. Budaya kejujuran yang kuat di
lingkungan kampus akan menjadi modal utama dalam membentuk generasi terdidik
yang beretika dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.
Daftar
Pustaka
Al-Bukhari, M. bin I. (2002). Shahih al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn
Katsir.
Muslim bin al-Hajjaj. (2002). Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi.
Al-Qur’an al-Karim.
(2019). Surah Al-Ahzab ayat 21. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Al-Ghazali. (2015). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Editor : Naela Zulianti Ashlah