Kampus Humanis Berbasis Teladan Rasulullah
Konsep kampus humanis menjadi semakin relevan di
tengah tantangan dunia pendidikan tinggi yang kompleks. Perguruan tinggi tidak
hanya dituntut melahirkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga mampu
membangun lingkungan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Dalam konteks
ini, teladan Rasulullah SAW menjadi dasar utama dalam mewujudkan kampus yang
humanis dan berkeadaban.
Al-Qur’an menegaskan keteladanan Rasulullah SAW
melalui firman Allah, “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri
teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan
(kedatangan) hari kiamat serta banyak mengingat Allah” (QS. Al-Ahzab: 21).
Ayat ini menjadi pijakan moral dalam membangun kampus yang menempatkan manusia
sebagai subjek utama pendidikan, bukan sekadar objek akademik.
Sikap lemah lembut dan penuh kasih Rasulullah SAW
juga ditegaskan dalam firman Allah, “Maka disebabkan rahmat dari Allah
engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka…” (QS. Ali ‘Imran: 159). Nilai
ini relevan dalam membangun relasi akademik yang empatik antara dosen,
mahasiswa, dan tenaga kependidikan, sehingga tercipta suasana belajar yang aman
dan inklusif.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah
Allah mengutusku kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam” (HR. Muslim).
Hadis ini memperkuat bahwa misi kenabian Rasulullah berlandaskan nilai
kemanusiaan dan kasih sayang, yang selaras dengan semangat kampus humanis.
Penerapan teladan Rasulullah di kampus tercermin
melalui kebijakan yang adil, pelayanan akademik yang ramah, serta budaya dialog
yang menghargai perbedaan. Kampus humanis juga mendorong tumbuhnya solidaritas,
kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap martabat setiap individu.
Al-Ghazali menegaskan bahwa pendidikan sejati
adalah yang mampu menyentuh aspek akal dan hati secara seimbang, sehingga
melahirkan manusia berilmu sekaligus berakhlak (Al-Ghazali, 2015). Oleh karena
itu, menjadikan teladan Rasulullah sebagai fondasi kampus humanis merupakan
langkah strategis dalam pembangunan pendidikan tinggi yang berkelanjutan.
Dengan berbasis pada teladan Rasulullah SAW,
kampus diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran yang ramah, adil, dan
bermakna, serta melahirkan generasi akademik yang unggul secara intelektual dan
luhur secara kemanusiaan.
Daftar
Pustaka
Al-Qur’an
al-Karim. (2019). Surah Al-Ahzab ayat 21; Surah Ali ‘Imran ayat 159. Jakarta:
Kementerian Agama Republik Indonesia.
Muslim bin
al-Hajjaj. (2002). Shahih Muslim. Beirut: Dar
Ihya’ at-Turats al-‘Arabi.
Al-Ghazali. (2015). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Editor : Naela Zulianti Ashlah