Kampus Damai Terwujud lewat Keteladanan Akhlak Rasulullah
Terciptanya kampus yang damai dan harmonis
merupakan cita-cita bersama seluruh civitas akademika. Di tengah dinamika
kehidupan akademik yang beragam, keteladanan akhlak Rasulullah SAW menjadi
landasan penting dalam membangun suasana kampus yang aman, rukun, dan
berkeadaban.
Al-Qur’an menegaskan misi Rasulullah SAW sebagai
pembawa rahmat melalui firman Allah, “Dan tidaklah Kami mengutus engkau
(Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (QS. Al-Anbiya:
107). Ayat ini mencerminkan akhlak Rasulullah yang mengedepankan kasih sayang,
perdamaian, dan penghormatan terhadap sesama, nilai-nilai yang relevan untuk
diwujudkan dalam kehidupan kampus.
Keteladanan Rasulullah sebagai panutan umat
ditegaskan pula dalam firman Allah, “Sungguh, telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” (QS. Al-Ahzab: 21). Ayat ini
menjadi rujukan utama bagi civitas akademika dalam meneladani sikap Rasulullah
yang adil, bijaksana, dan menenangkan dalam menghadapi berbagai persoalan
sosial.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Sebarkanlah
salam, berilah makan, dan sambunglah silaturahmi, niscaya kalian akan masuk
surga dengan selamat” (HR. Tirmidzi). Hadis ini mengajarkan pentingnya
membangun kedamaian melalui sikap ramah, kepedulian sosial, dan hubungan yang
harmonis, termasuk di lingkungan kampus.
Penerapan akhlak Rasulullah dalam mewujudkan
kampus damai tercermin melalui budaya saling menghormati, penyelesaian konflik
secara dialogis, serta penguatan nilai empati dan solidaritas. Lingkungan
kampus yang damai akan mendukung proses belajar yang optimal dan mendorong
tumbuhnya prestasi akademik.
Al-Ghazali menegaskan bahwa kedamaian sosial
merupakan buah dari akhlak mulia dan menjadi syarat terciptanya kehidupan
bersama yang seimbang (Al-Ghazali, 2015). Oleh karena itu, keteladanan akhlak
Rasulullah SAW menjadi fondasi utama dalam membangun kampus yang damai dan
berkeadaban.
Dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, kampus
diharapkan mampu menjadi ruang aman bagi tumbuhnya ilmu, dialog, dan
persaudaraan, serta melahirkan generasi akademik yang cinta damai dan
berkarakter mulia.
Daftar
Pustaka
Al-Qur’an
al-Karim. (2019). Surah Al-Anbiya ayat 107; Surah Al-Ahzab ayat 21. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
At-Tirmidzi. (2007). Sunan at-Tirmidzi.
Beirut: Dar al-Gharb al-Islami.
Al-Ghazali. (2015). Ihya’ Ulumuddin.
Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Penulis : Wasis
Suprapto
Editor : Naela Zulianti Ashlah