Isra’ Mi’raj sebagai Inspirasi Ketangguhan Mental Mahasiswa
Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi setelah Nabi Muhammad SAW menghadapi masa sulit dalam hidupnya. Kehilangan orang-orang terdekat dan penolakan dari masyarakat menjadi latar belakang peristiwa agung ini. Dari sini, mahasiswa dapat belajar bahwa ujian hidup bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses penguatan mental dan spiritual.
Dalam dunia kampus,
mahasiswa sering mengalami kegagalan: nilai yang tidak sesuai harapan, konflik
organisasi, atau kebingungan menentukan masa depan. Kisah Isra’ Mi’raj
memberikan pesan bahwa setelah kesulitan, selalu ada kemudahan, asalkan
seseorang tetap berusaha dan berserah diri kepada Allah.
Ketangguhan mental juga
tercermin dari sikap Nabi Muhammad SAW yang tetap menjalankan amanah dakwahnya
meskipun menghadapi berbagai rintangan. Mahasiswa dapat meneladani sikap ini
dengan tidak mudah menyerah, tetap menjaga integritas, dan terus berusaha memperbaiki
diri meskipun berada dalam tekanan.
Dengan menjadikan Isra’ Mi’raj sebagai refleksi, mahasiswa dapat membangun mental yang kuat, tidak rapuh oleh kegagalan, dan mampu bangkit dari keterpurukan. Ketangguhan inilah yang akan membentuk pribadi mahasiswa yang siap menghadapi tantangan kehidupan setelah lulus.
Editor : Ihza Latifatun
Ni’mah