Isra’ Mi’raj Penguatan Jati Diri Muslim Generasi Muda
Sumber Gambar. https://languagemuseum.org/
Isra’
Mi’raj merupakan peristiwa yang memperkuat identitas umat Islam. Peristiwa ini
menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Bagi generasi muda, Isra’ Mi’raj
menjadi sumber penguatan jati diri. Jati diri muslim perlu dibangun sejak dini.
Identitas ini menjadi pedoman hidup. Dengan identitas yang kuat, generasi muda
tidak mudah terpengaruh.
Generasi muda hidup di tengah arus globalisasi. Berbagai budaya dan nilai mudah
masuk. Isra’ Mi’raj mengajarkan pentingnya berpegang pada ajaran Islam. Nilai
Islam menjadi filter dalam menghadapi pengaruh luar. Dengan filter ini,
generasi muda tetap menjaga jati diri. Jati diri ini menjadi kebanggaan sebagai
muslim.
Salat sebagai inti Isra’ Mi’raj menjadi simbol identitas muslim. Salat
membedakan seorang muslim dengan yang lain. Generasi muda perlu memahami makna
ini. Melalui salat, identitas muslim semakin kuat. Salat menjadi ciri ketaatan
kepada Allah SWT. Ketaatan ini membentuk kepribadian islami.
Isra’ Mi’raj juga mengajarkan keberanian dalam mempertahankan keyakinan. Nabi
Muhammad SAW tetap teguh meski diragukan. Generasi muda belajar untuk tidak
malu dengan identitas Islam. Keberanian ini penting dalam pergaulan. Dengan
keberanian, nilai Islam tetap terjaga. Hal ini memperkuat jati diri.
Identitas muslim tidak hanya tampak dalam ibadah. Identitas juga tercermin
dalam akhlak. Isra’ Mi’raj menegaskan pentingnya akhlak mulia. Generasi muda
diajak meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Akhlak mulia memperindah identitas
muslim. Dengan akhlak, Islam tampil sebagai rahmat.
Penguatan jati diri membantu generasi muda menentukan arah hidup. Isra’ Mi’raj
mengajarkan tujuan hidup yang jelas. Tujuan tersebut berorientasi dunia dan
akhirat. Dengan tujuan ini, generasi muda lebih terarah. Arah hidup yang jelas
menghindarkan dari kebingungan. Kebingungan sering menjadi masalah remaja.
Generasi muda yang memiliki jati diri kuat lebih percaya diri. Kepercayaan diri
ini bersumber dari iman. Isra’ Mi’raj memperkuat keimanan tersebut. Iman
menjadi fondasi kepercayaan diri. Dengan iman, generasi muda tidak mudah goyah.
Keteguhan ini penting dalam menghadapi tantangan.
Jati diri muslim juga mendorong tanggung jawab sosial. Generasi muda tidak
hanya fokus pada diri sendiri. Nilai Islam mengajarkan kepedulian terhadap
sesama. Isra’ Mi’raj menjadi pengingat nilai kemanusiaan. Kepedulian memperkuat
identitas muslim. Identitas ini berdampak positif bagi masyarakat.
Peristiwa Isra’ Mi’raj relevan dalam pembentukan karakter generasi muda.
Karakter islami menjadi bagian dari jati diri. Karakter ini dibentuk melalui
ibadah dan akhlak. Dengan karakter yang baik, generasi muda menjadi teladan.
Keteladanan memperkuat citra Islam. Hal ini penting di tengah masyarakat
majemuk.
Dengan memahami Isra’ Mi’raj, generasi muda diharapkan memiliki jati diri
muslim yang kokoh. Jati diri ini menjadi pedoman hidup. Pedoman tersebut
mengarahkan pada kebaikan. Generasi muda menjadi pribadi yang beriman dan
berakhlak. Isra’ Mi’raj menjadi sumber inspirasi identitas. Inspirasi ini
membimbing sepanjang hayat.
Author : Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah