Isra’ Mi’raj dan Seni Menjaga Kesehatan Batin di Dunia yang Bising
Kehidupan modern ditandai
oleh kebisingan yang tidak selalu bersifat fisik. Arus informasi, tuntutan
sosial, dan ekspektasi kolektif menciptakan tekanan psikologis yang sering kali
tidak disadari. Dalam situasi ini, Isra’ Mi’raj dapat dibaca sebagai pelajaran
tentang pentingnya menjaga kesehatan batin di tengah dunia yang terus menuntut
perhatian.
Perintah salat yang lahir
dari Isra’ Mi’raj bukan hanya ritual keagamaan, melainkan mekanisme spiritual
untuk merawat keseimbangan batin. Ia menciptakan ruang hening di tengah
hiruk-pikuk aktivitas, memaksa manusia berhenti sejenak dari dominasi dunia luar
dan kembali berjumpa dengan dirinya sendiri. Di saat banyak orang merasa
kelelahan tanpa tahu penyebabnya, pesan ini menjadi sangat relevan.
Dalam keseharian,
kelelahan batin sering disamarkan sebagai kurangnya produktivitas atau
motivasi. Padahal, yang dibutuhkan bukan dorongan tambahan, melainkan jeda yang
bermakna. Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa kesehatan batin tidak dibangun melalui
pelarian, tetapi melalui keberanian untuk diam, merenung, dan mengakui
keterbatasan diri.
Dengan memahami Isra’
Mi’raj dalam konteks ini, manusia diajak untuk membangun relasi yang lebih
sehat dengan waktu, perhatian, dan dirinya sendiri. Sebab tanpa kesehatan
batin, pencapaian apa pun berisiko kehilangan nilai kemanusiaannya.
Editor : Ihza Latifatun Ni’mah