Isra’ Mi’raj dan Pesan Kesabaran dalam Menghadapi Ujian Hidup
Kehidupan manusia tidak
pernah lepas dari ujian dan kesulitan. Setiap individu pasti pernah berada pada
titik terendah dalam hidupnya. Isra’ Mi’raj terjadi setelah Rasulullah SAW
mengalami masa-masa sulit, termasuk penolakan dan kehilangan orang-orang terdekat.
Peristiwa ini mengajarkan bahwa kesabaran selalu berbuah kebaikan.
Kesabaran Rasulullah SAW
sebelum dan sesudah Isra’ Mi’raj menjadi teladan bagi umat manusia. Beliau
tidak membalas perlakuan buruk dengan kebencian, melainkan dengan keteguhan
iman dan sikap penuh pengharapan kepada Allah SWT. Nilai ini sangat relevan dengan
kehidupan masyarakat yang sering kali mudah menyerah saat menghadapi masalah.
Dalam konteks sosial,
banyak konflik muncul karena manusia tidak mampu bersabar dalam menyikapi
perbedaan dan tekanan hidup. Isra’ Mi’raj mengingatkan bahwa kesabaran
merupakan kunci untuk menjaga kedamaian, baik dalam hubungan pribadi maupun
kehidupan bermasyarakat.
Salat yang diperintahkan
dalam Isra’ Mi’raj juga mengajarkan kesabaran melalui kedisiplinan waktu dan
ketekunan dalam menjalankannya. Dengan salat, manusia dilatih untuk menahan
diri dan tetap tenang dalam menghadapi berbagai situasi.Melalui peringatan
Isra’ Mi’raj, umat Islam diajak untuk menjadikan kesabaran sebagai kekuatan
utama dalam menjalani kehidupan, karena di balik setiap kesulitan selalu ada
hikmah dan pertolongan dari Allah SWT.
Editor : Ihza Latifatun
Ni’mah