"Anak-anak tidak pernah baik dalam mendengarkan orang tua mereka, tetapi mereka tidak pernah gagal dalam meniru mereka." Kutipan dari James Baldwin ini menampar kesadaran kita tentang pentingnya integritas.
Dalam pendidikan karakter, metode yang paling ampuh bukanlah ceramah, melainkan keteladanan atau modelling. Integritas guru adalah kurikulum yang hidup. Ketika seorang guru berani mengakui kesalahannya di depan kelas saat salah menulis rumus, atau ketika guru konsisten menolak hadiah yang berbau gratifikasi, saat itulah pembelajaran kejujuran yang sesungguhnya terjadi.
Sebaliknya, ketidakkonsistenan antara perkataan dan perbuatan guru (misalnya: melarang siswa main HP, tapi guru sibuk berselancar di media sosial saat mengajar) akan menciptakan kebingungan moral (moral confusion) pada anak.
Di level S3 Pendidikan Dasar, kita meneliti bahwa integritas guru berkorelasi lurus dengan kepercayaan diri dan kejujuran akademik siswa. Menjadi role model integritas memang beban yang berat karena guru juga manusia biasa. Namun, itulah mahkota seorang pendidik. Guru yang berintegritas mewariskan mata air kejujuran yang akan terus mengalir dalam diri siswanya, jauh setelah mereka lulus dari sekolah dasar.