INTEGRASI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DALAM MATA PELAJARAN PKN DI SD
Sumber foto: Gemini AI
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menjadi wadah strategis untuk mengintegrasikan pendidikan antikorupsi di sekolah dasar. Sebagai mata pelajaran yang fokus pada pembentukan karakter dan kesadaran berbangsa, PKn memiliki kedekatan natural dengan nilai-nilai antikorupsi seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.
Integrasi dilakukan dengan memasukkan materi antikorupsi dalam kompetensi dasar yang relevan. Misalnya, saat membahas norma dan aturan, guru menjelaskan pentingnya mematuhi aturan sebagai bentuk kedisiplinan dan tanggung jawab. Saat membahas hak dan kewajiban, konsep keadilan dan kejujuran diintegrasikan agar siswa memahami bahwa korupsi adalah pelanggaran terhadap hak orang lain.
Metode pembelajaran PKn yang mendukung pendidikan antikorupsi meliputi diskusi dilema moral, analisis kasus sederhana, bermain peran, dan proyek kelas. Siswa diajak menganalisis perilaku tokoh dalam cerita, mendiskusikan mana yang benar dan salah, serta dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain. Pembelajaran tidak hanya kognitif tetapi juga mengasah empati dan kesadaran moral siswa.
Penilaian dalam PKn tidak hanya mengukur pengetahuan siswa tentang antikorupsi, tetapi juga sikap dan perilakunya. Observasi keseharian, penilaian antar teman, dan portofolio sikap menjadi instrumen penting. Dengan integrasi yang sistematis dan konsisten, PKn dapat menjadi motor penggerak utama pendidikan karakter antikorupsi di SD, menghasilkan generasi yang tidak hanya memahami tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai antikorupsi.
Author & Editor: Nadia Anike Putri