Implementasi Konsep Eco-School dan Dampaknya bagi Peserta Didik dalam Pendidikan Berbasis Keberlanjutan
Konsep Eco-School menawarkan pendekatan pendidikan yang menempatkan keberlanjutan sebagai bagian integral dari kehidupan sekolah. Implementasi konsep ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan fisik yang hijau, tetapi juga membentuk cara berpikir dan bersikap peserta didik terhadap alam. Pertanyaan mendasarnya adalah sejauh mana Eco-School mampu memengaruhi kesadaran ekologis peserta didik secara nyata.
Pengetahuan lingkungan dalam Eco-School dibangun melalui keterlibatan aktif peserta didik dalam pengelolaan lingkungan sekolah. Aktivitas seperti pengelolaan sampah, konservasi energi, dan perawatan ruang hijau menjadi sumber belajar yang autentik. Melalui pengalaman langsung, peserta didik memahami bahwa keberlanjutan adalah hasil dari tindakan kolektif.
Transformasi pembelajaran terjadi ketika peserta didik tidak hanya menjadi objek, tetapi subjek dalam praktik keberlanjutan. Eco-School mendorong pembelajaran partisipatif yang mengaitkan teori dengan praktik. Proses ini membantu peserta didik mengembangkan rasa tanggung jawab dan kepedulian sosial.
Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan dan mendampingi proses implementasi Eco-School. Keteladanan guru dalam menjalankan prinsip keberlanjutan memperkuat internalisasi nilai lingkungan pada peserta didik.
Lingkungan keluarga dan masyarakat memperluas dampak Eco-School. Ketika praktik ramah lingkungan di sekolah diadopsi dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berkelanjutan.
Implementasi Eco-School menunjukkan bahwa pendidikan peduli lingkungan dapat memberikan dampak nyata bagi peserta didik. Pendidikan tidak hanya mengubah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan perilaku berkelanjutan.
Author & Editor: Nadia Anike Putri