Ibadah sebagai Kompas Moral dalam Kehidupan Sosial
Isra’ Mi‘raj menegaskan
bahwa ibadah memiliki peran sentral dalam kehidupan manusia. Perintah salat
yang diterima dalam peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ibadah bukan sekadar
ritual, tetapi kompas moral yang membimbing perilaku manusia. Ibadah mengarahkan
manusia agar tidak kehilangan nilai di tengah kehidupan sosial yang dinamis.
Sebagai kompas moral,
ibadah membentuk kesadaran tentang tanggung jawab dan kejujuran. Seseorang yang
memahami makna ibadah dengan baik akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan
bertindak. Nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial
yang adil dan harmonis.
Dalam konteks masyarakat, ibadah yang benar melahirkan kepedulian terhadap sesama. Isra’ Mi‘raj mengajarkan bahwa hubungan dengan Tuhan harus sejalan dengan hubungan antar manusia. Ibadah yang tidak tercermin dalam perilaku sosial kehilangan makna sejatinya.Ibadah juga melatih kedisiplinan dan pengendalian diri. Nilai-nilai ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan sosial yang penuh perbedaan dan potensi konflik. Dengan disiplin spiritual, manusia mampu menjaga sikap dan menghormati orang lain.
Peringatan Isra’ Mi‘raj mengingatkan bahwa ibadah memiliki dimensi sosial yang luas. Ia tidak hanya memperbaiki hubungan vertikal, tetapi juga memperkuat struktur moral dalam masyarakat.Dengan menjadikan ibadah sebagai kompas moral, manusia dapat berkontribusi menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat, adil, dan berlandaskan nilai kemanusiaan.
Editor : Ihza Latifatun
Ni’mah