Hari Guru Soroti Keselamatan dan Mitigasi Bencana Sekolah
Peringatan Hari Guru tahun ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali urgensi keselamatan sekolah dan kesiapsiagaan bencana. Di berbagai daerah, sekolah masih menjadi ruang yang rentan terhadap risiko kebakaran, gempa bumi, banjir, hingga ancaman cuaca ekstrem. Para guru menekankan bahwa keamanan peserta didik bukan sekadar aspek teknis, tetapi bagian dari kualitas layanan pendidikan yang harus diprioritaskan. Pada momen reflektif ini, para pendidik menyerukan penguatan budaya sadar bencana di setiap satuan pendidikan.
Para guru juga menyoroti bahwa banyak sekolah belum memiliki prosedur standar yang jelas ketika bencana terjadi. Simulasi kebencanaan masih berjalan sporadis dan sering kali tidak diikuti dengan evaluasi menyeluruh. Padahal, sekolah merupakan ruang publik yang dipenuhi anak-anak yang membutuhkan pendampingan cepat ketika kondisi darurat muncul. Guru berharap pemerintah dan pemangku kebijakan menyediakan panduan operasional yang lebih sistematis, disertai pendampingan untuk memastikan implementasinya berjalan efektif.
Menurut Dr. Lori Peek (2021), pakar sosiologi bencana dari University of Colorado, pendidikan kebencanaan harus berakar pada pengembangan kapasitas sekolah sebagai komunitas yang resilien. Ia menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk berlindung, tetapi juga lembaga yang membentuk perilaku sadar risiko pada generasi muda. Dengan pelatihan yang tepat, sekolah dapat menjadi pusat mitigasi yang efektif bagi masyarakat sekitar. Pandangan ini sejalan dengan kondisi Indonesia yang rawan bencana sehingga membutuhkan kesadaran kolektif sejak dini.
Pendapat serupa disampaikan oleh Ben Wisner (2020), ahli kajian risiko bencana dari University College London. Ia menekankan bahwa keselamatan sekolah tidak cukup hanya dengan infrastruktur yang kokoh, tetapi harus didukung sistem manajemen risiko yang tertata. Wisner mengingatkan bahwa latihan evakuasi, pemetaan zona bahaya, dan komunikasi darurat adalah bagian integral dari sekolah aman bencana. Tanpa sistem yang berkelanjutan, upaya mitigasi hanya bersifat sementara dan tidak memberikan perlindungan yang memadai.
Di akhir peringatan Hari Guru, para pendidik menyerukan agar pelaksanaan program sekolah aman bencana menjadi prioritas jangka panjang, bukan hanya respons saat terjadi insiden. Guru berharap pemerintah memperluas pelatihan mitigasi, menyediakan sarana pendukung keselamatan, serta memastikan setiap sekolah memiliki rencana tanggap darurat yang komprehensif. Dengan kolaborasi semua pihak, sekolah dapat menjadi lingkungan belajar yang tidak hanya mendidik, tetapi juga melindungi dan mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai risiko di masa depan.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI