Hari Guru Jadi Wadah Apresiasi Pendidik Inspiratif
Apresiasi terhadap pendidik inspiratif dinilai sangat penting untuk menjaga motivasi dan semangat para guru. Tidak sedikit pendidik yang bekerja dalam kondisi penuh keterbatasan baik sarana sekolah, akses pelatihan, maupun kesejahteraan namun tetap berkomitmen menghadirkan pembelajaran terbaik bagi siswa. Penghargaan seperti “Guru Inovatif,” “Guru Humanis,” hingga “Pendidik Berprestasi” menjadi bentuk dukungan moral yang mampu menguatkan profesi guru dalam menghadapi perubahan zaman.
Menurut Prof. Andrea Hoffmann (2025) dari University of Cologne, Jerman, pemberian apresiasi kepada pendidik inspiratif memiliki dampak psikologis dan sosial yang signifikan. Ia menjelaskan bahwa penghargaan dapat meningkatkan rasa kompetensi, kepercayaan diri, dan motivasi intrinsik guru. Hoffmann menambahkan bahwa budaya apresiasi merupakan salah satu ciri sistem pendidikan yang sehat, karena mendorong guru untuk terus berinovasi dan berkolaborasi.
Pendapat serupa disampaikan oleh Dr. Tomasz Polanski (2025) dari Warsaw University, Polandia, yang menekankan bahwa penghargaan terhadap guru tidak boleh hanya bersifat simbolik. Menurutnya, apresiasi harus diikuti dukungan nyata seperti kesempatan pengembangan profesional, akses leadership training, hingga ruang untuk menyebarluaskan praktik baik. Polanski menilai bahwa ketika guru inspirasional diberi ruang lebih luas, mereka dapat menjadi motor penggerak perubahan positif di sekolah maupun komunitas.
Di Indonesia, berbagai acara peringatan Hari Guru tahun ini menampilkan kisah-kisah guru yang berhasil menciptakan terobosan pembelajaran di kelas. Ada yang membangun media belajar dari barang bekas, menggerakkan literasi di desa terpencil, hingga mengembangkan metode pengajaran kreatif untuk siswa berkebutuhan khusus. Kisah-kisah ini mendapat sambutan besar dari masyarakat, dan menjadi bukti bahwa inspirasi dari guru memiliki pengaruh yang luas.
Hari Guru 2025 akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat budaya apresiasi di lingkungan pendidikan. Para pemangku kebijakan pun diingatkan bahwa penghargaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan dan dukungan profesional bagi guru. Dengan memberikan penghargaan yang layak dan proporsional, Indonesia dapat membangun ekosistem pendidikan yang lebih positif, memotivasi, dan berorientasi pada kualitas. Guru inspiratif adalah aset bangsa dan Hari Guru menjadi panggung untuk merayakan dedikasi mereka yang tak ternilai.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI