Hari Guru Dorong Pengembangan Komunitas Belajar Guru
Peringatan Hari Guru 2025 menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk menegaskan kembali kebutuhan penguatan komunitas belajar guru di seluruh Indonesia. Banyak guru menyampaikan bahwa ruang untuk saling berbagi praktik baik, berdiskusi mengenai tantangan pembelajaran, serta mengembangkan inovasi masih perlu diperluas. Mereka menilai bahwa komunitas belajar tidak hanya mendukung peningkatan profesionalisme, tetapi juga memperkuat solidaritas antarpendidik.
Guru-guru dari berbagai daerah menekankan bahwa komunitas belajar membantu mereka menghadapi perubahan kurikulum, perkembangan teknologi pendidikan, dan kebutuhan siswa yang semakin beragam. Melalui pertemuan rutin, lokakarya, serta kolaborasi berbasis proyek, para guru merasa lebih percaya diri untuk mencoba pendekatan pembelajaran baru. Namun, keterbatasan waktu, beban administrasi, dan kurangnya fasilitator ahli sering menjadi hambatan dalam menjalankan komunitas belajar secara konsisten.
Di beberapa sekolah, komunitas belajar sudah berjalan baik, terutama yang didukung kepala sekolah dan dinas pendidikan. Meski demikian, banyak guru berharap adanya kebijakan yang lebih sistematis, termasuk alokasi waktu khusus dalam struktur kerja guru. Penguatan dukungan institusi dianggap penting agar komunitas belajar tidak hanya menjadi kegiatan sukarela, tetapi bagian integral dari pengembangan profesional berkelanjutan.
Menurut Prof. Andy Hargreaves (2021), pakar pendidikan dari Boston College, komunitas belajar profesional yang efektif akan meningkatkan rasa kepemilikan guru terhadap pembelajaran dan menciptakan budaya kolaboratif yang sehat. Ia menegaskan bahwa guru yang terlibat aktif dalam komunitas belajar cenderung lebih inovatif dan memiliki kinerja pengajaran yang lebih baik. Hargreaves juga menekankan bahwa keberlanjutan komunitas sangat bergantung pada kepemimpinan sekolah yang mampu menciptakan ruang dialog dan refleksi bermakna.
Dengan semangat Hari Guru 2025, para pendidik berharap komunitas belajar mendapatkan perhatian lebih serius dalam kebijakan pendidikan nasional. Mereka meyakini bahwa ketika guru terus berkembang melalui kolaborasi, kualitas pembelajaran di kelas pun akan meningkat. Penguatan komunitas belajar dianggap sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, reflektif, dan berdaya saing tinggi.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI