HARI GURU DI BERBAGAI NEGARA
Sumber gambar: https://www.google.com/imgres
Hari Guru bukan hanya diperingati di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lain dengan sejarah dan makna yang beragam. Setiap negara memiliki cara tersendiri untuk menghormati para pendidik yang telah berperan besar dalam membangun masa depan bangsa. Tanggal, tradisi, dan alasannya berbeda, tetapi satu pesan yang sama selalu muncul: guru adalah pilar peradaban.
Di Tiongkok, Hari Guru dirayakan pada 10 September. Tradisi menunjukkan siswa memberikan kartu, bunga, atau salam hormat kepada guru mereka sebagai tanda penghargaan. Di India, Hari Guru diperingati setiap 5 September untuk menghormati Dr. Sarvepalli Radhakrishnan—seorang filsuf, presiden kedua India, dan tokoh besar pendidikan.
Sementara itu, di Amerika Serikat, Hari Guru berlangsung selama satu pekan penuh dan dikenal sebagai National Teacher Appreciation Week. Perayaannya cenderung modern, dengan sekolah atau lembaga pendidikan mengadakan acara apresiasi, makan bersama, atau kegiatan berbagi cerita tentang guru inspiratif.
Korea Selatan memiliki tradisi yang menarik pada Hari Guru, yaitu memberikan bunga carnation kepada guru sebagai simbol rasa hormat, kasih sayang, dan doa yang baik. Tradisi ini mirip dengan Hari Ibu, karena guru dianggap sebagai figur orang tua kedua bagi para murid.
Di Brazil, Hari Guru diperingati pada 15 Oktober, dijadikan momen refleksi bagi pendidik untuk berbagi metode pembelajaran dan merayakan pencapaian pendidikan nasional. Sedangkan di Turki, Hari Guru pada 24 November dianggap sebagai perayaan nasional untuk menghormati Mustafa Kemal Atatürk, tokoh yang mereformasi sistem pendidikan negara tersebut.
Perbedaan tradisi ini menunjukkan satu hal penting: di mana pun berada, profesi guru dipandang sebagai profesi kehormatan. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi memimpin perubahan sosial melalui ilmu yang mereka sampaikan.
Author: Adinda Budi Julianti
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI