HARI GURU DAN JEJAK PERJUANGAN PENDIDIKAN DI ERA KOLONIAL
Sumber gambar: https://www.google.com/imgres.republika.co.id
Hari Guru di Indonesia tidak hanya menjadi hari perayaan, tetapi juga momentum untuk kembali memahami sejarah panjang perjuangan pendidikan sejak masa kolonial. Pada zaman penjajahan, akses pendidikan sangat terbatas dan hanya diberikan kepada kalangan tertentu saja. Guru yang mengajar pada masa itu harus berjuang keras karena sistem pendidikan dibentuk untuk kepentingan kolonial. Mereka mengajarkan bukan hanya membaca dan menulis, tetapi juga nilai keberanian dan kesadaran nasional. Pendidikan menjadi wadah awal tumbuhnya semangat kemerdekaan di kalangan rakyat. Guru dipandang sebagai sosok yang berani karena pemikiran mereka dapat dianggap mengancam kekuasaan penjajah. Dari latar sejarah tersebut, profesi guru memiliki makna perjuangan moral dan intelektual bagi bangsa Indonesia.
Pada masa kolonial Belanda, sekolah rakyat hanya menyediakan pendidikan dasar yang sangat sederhana. Sementara itu, pendidikan lanjutan hanya diperuntukkan bagi bangsawan atau mereka yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah kolonial. Guru yang berasal dari kalangan pribumi seringkali dianggap rendah dan tidak diberi akses yang setara dengan guru dari kalangan Eropa. Meskipun begitu, semangat mereka tidak pernah padam untuk tetap mengajar dan memberi ilmu kepada masyarakat. Kesadaran bahwa pendidikan dapat mengubah nasib bangsa menjadi motivasi terbesar mereka. Guru menjadi aktor penting dalam membangun generasi pemikir yang kelak memperjuangkan kemerdekaan. Perjuangan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah pendidikan Indonesia.
Tokoh-tokoh pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara lahir dari kondisi ketidakadilan tersebut dan kemudian membangun sistem pendidikan yang lebih berakar pada nilai kebangsaan. Ia memperjuangkan pendidikan yang berpihak kepada rakyat dengan prinsip merdeka belajar. Sekolah yang didirikannya menjadi tonggak awal pendidikan nasional yang mementingkan kemandirian dan karakter bangsa. Banyak guru terinspirasi dari perjuangannya dan mulai aktif mengajar di sekolah-sekolah rakyat. Pendidikan tidak lagi sekadar mengajarkan ilmu, tetapi juga menjadi alat perjuangan ideologis. Guru mulai dihormati bukan hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai pejuang pemikiran. Hari Guru kemudian menjadi simbol dari perjuangan panjang tersebut.
Setelah Indonesia merdeka, peran guru tetap signifikan dalam membangun masyarakat baru yang bebas dari penindasan. Mereka membantu membangun sistem pendidikan nasional yang inklusif dan berkeadilan. Guru juga menjadi garda depan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945. Tantangan baru muncul seiring perkembangan zaman, namun dedikasi guru tetap menjadi fondasi keberlanjutan bangsa. Upaya mereka tidak hanya mencakup materi pelajaran, tetapi juga menanamkan nilai moral, budi pekerti, dan cinta tanah air. Maka dari itu, Hari Guru menjadi momen penghormatan bagi dedikasi yang tidak pernah padam. Peringatan ini mengingatkan bahwa pendidikan adalah perjalanan panjang yang tidak boleh berhenti.
Di era modern, sejarah perjuangan guru masih menjadi refleksi penting dalam merumuskan perkembangan pendidikan nasional. Meski kondisi sudah jauh lebih baik, tantangan seperti ketimpangan akses pendidikan, modernisasi kurikulum, dan kualitas sumber daya masih harus dihadapi. Guru perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pembelajaran tetap relevan. Namun demikian, nilai-nilai perjuangan pada era kolonial tetap menjadi inspirasi dalam menjalankan profesi. Guru tetap memegang peran sebagai penggerak perubahan dan penghubung pengetahuan antar generasi. Hari Guru menjadi waktu yang tepat untuk mengapresiasi kontribusi mereka secara lebih mendalam. Tanpa perjuangan guru, bangsa tidak akan mencapai kemajuan seperti saat ini.
Makna Hari Guru juga mencakup penghormatan terhadap integritas dan dedikasi para pendidik yang telah berjuang melawan keterbatasan sepanjang sejarah. Perayaan ini bukan hanya tentang seremoni formal, tetapi lebih kepada penghargaan mendalam terhadap perjalanan perjuangan mereka. Setiap guru memiliki cerita pengabdian yang melekat pada perjalanan pendidikan bangsa. Tanpa mereka, banyak generasi yang tidak akan mendapatkan pengetahuan maupun kesempatan untuk berkembang. Oleh karena itu, Hari Guru patut menjadi momentum refleksi bagi seluruh komponen bangsa. Perjuangan pendidikan bukan hanya tugas guru, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan memahami sejarahnya, masyarakat akan lebih menghargai profesi guru.
Hari Guru tidak hanya menjadi perayaan masa kini, tetapi juga pengingat bahwa profesi guru memiliki akar sejarah perjuangan panjang di Indonesia. Mereka berkontribusi dalam membangun karakter bangsa sejak masa penjajahan hingga era modern. Melalui ilmu, mereka memerdekakan pikiran dan membuka jalan bagi masa depan. Perjuangan ini masih berlangsung selama pendidikan masih diperlukan oleh manusia. Karena itu, Hari Guru memberikan kesempatan bagi generasi terbaru untuk meneladani semangat ketekunan dan pengabdian. Guru akan selalu menjadi penjaga cahaya pendidikan yang menerangi masa depan bangsa. Tanpa mereka, pengetahuan tidak akan pernah dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Author: Adinda Budi Julianti
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI