Guru Tekankan Pentingnya Disiplin Positif di Sekolah
Peringatan Hari Guru 2025 menjadi momen bagi para pendidik untuk kembali menegaskan pentingnya penerapan disiplin positif di lingkungan sekolah. Guru menilai bahwa pendekatan disiplin yang mengutamakan pembinaan, empati, dan tanggung jawab pribadi jauh lebih efektif dibandingkan hukuman yang bersifat menghukum atau mempermalukan siswa. Mereka percaya bahwa disiplin positif mampu membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter siswa.
Sejumlah guru mengungkapkan bahwa penerapan disiplin positif membantu mengurangi konflik di kelas dan meningkatkan hubungan guru–siswa. Melalui komunikasi yang terbuka, kontrak belajar, serta pemberian konsekuensi yang mendidik, siswa dinilai lebih memahami dampak perilakunya dan termotivasi untuk memperbaiki diri. Namun, guru juga menghadapi tantangan berupa kurangnya pelatihan khusus dan minimnya dukungan dari sebagian orang tua yang masih menganggap hukuman keras sebagai cara mendisiplinkan anak.
Sekolah yang telah menerapkan pendekatan ini secara konsisten menunjukkan dampak signifikan, mulai dari penurunan perilaku agresif hingga peningkatan partisipasi belajar. Guru menekankan bahwa disiplin positif bukan berarti membiarkan siswa melanggar aturan, tetapi mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab dengan cara yang menghargai martabat dan psikologis anak. Banyak pendidik berharap pemerintah menambah program pendampingan dan pelatihan terkait penerapan disiplin positif di sekolah.
Menurut Prof. Jane Nelsen (2020), penulis Positive Discipline asal Amerika Serikat, disiplin positif membantu membangun rasa memiliki dan kompetensi pada anak. Ia menegaskan bahwa ketika siswa merasa dihargai dan didengarkan, mereka cenderung menunjukkan perilaku yang lebih kooperatif dan bertanggung jawab. Nelsen menyebut bahwa pendekatan ini efektif karena berfokus pada solusi, bukan pada hukuman.
Sementara itu, Prof. Carol Dweck (2021) dari Stanford University, yang dikenal dengan teori growth mindset, menyatakan bahwa disiplin positif selaras dengan upaya menumbuhkan pola pikir berkembang pada siswa. Menurutnya, memberikan ruang bagi siswa untuk belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri merupakan kunci penting untuk membangun ketangguhan dan motivasi internal.
Dengan semangat Hari Guru 2025, para pendidik berharap disiplin positif dapat menjadi bagian integral dari kebijakan pembinaan siswa di seluruh Indonesia. Mereka yakin bahwa pendekatan ini akan membentuk generasi yang lebih empatik, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi positif dalam masyarakat.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI