Guru Soroti Tantangan Pembelajaran Tematik
Peringatan Hari Guru 2025 membuka ruang diskusi bagi para pendidik untuk menyoroti kembali tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Banyak guru mengakui bahwa pendekatan tematik sebenarnya mampu membuat proses belajar lebih holistik dan bermakna, namun penerapannya masih menghadapi berbagai kendala teknis di lapangan. Mulai dari keterbatasan sumber belajar, ketidaksinkronan antara tema dan kebutuhan siswa, hingga kurangnya pelatihan mendalam bagi guru.
Guru di berbagai daerah menilai bahwa pembelajaran tematik menuntut kreativitas tinggi, terutama dalam mengintegrasikan beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema. Tantangannya, tidak semua guru memiliki waktu dan akses untuk merancang modul pembelajaran yang inovatif. Beban administrasi yang besar juga sering membuat guru kesulitan fokus pada penyiapan perangkat ajar yang lebih kreatif dan kontekstual.
Tak sedikit guru yang juga mengungkap bahwa kemampuan siswa dalam memahami keterkaitan antar konsep masih beragam. Siswa yang memiliki gaya belajar berbeda sering memerlukan pendekatan tambahan agar mampu mengikuti pembelajaran tematik secara optimal. Karena itu, banyak guru berharap pemerintah menyediakan lebih banyak contoh perangkat ajar dan pendampingan yang sistematis untuk mengatasi kesenjangan implementasi.
Menurut Prof. Robin Alexander (2022), ahli pendidikan dari University of Cambridge, pembelajaran tematik akan efektif jika guru memiliki pemahaman kuat tentang integrasi kurikulum serta kesempatan untuk mengembangkan kreativitas tanpa tekanan administratif berlebihan. Ia menegaskan bahwa pendekatan tematik membutuhkan ruang refleksi profesional dan kolaborasi antar guru agar konsep-konsep yang diajarkan tetap relevan dan tidak kehilangan kedalaman.
Dengan berbagai tantangan tersebut, guru berharap pemerintah dan lembaga pendidikan lebih memperkuat dukungan terhadap peningkatan kompetensi profesional pendidik. Mereka meyakini bahwa pembelajaran tematik tetap dapat menjadi strategi pembelajaran masa depan—asal diikuti dengan pelatihan berkelanjutan, penyediaan sumber belajar yang memadai, dan kebijakan yang mendukung kreativitas guru di kelas.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI