Guru Soroti Pengembangan Minat dan Bakat Siswa
Peringatan Hari Guru 2025 kembali membuka ruang diskusi mengenai pentingnya pengembangan minat dan bakat siswa dalam proses pendidikan. Banyak guru menilai bahwa sekolah masih terlalu fokus pada capaian akademik, sehingga potensi unik siswa—baik seni, olahraga, teknologi, maupun kreativitas belum sepenuhnya terakomodasi. Para pendidik mengingatkan bahwa generasi muda hanya dapat berkembang optimal jika mereka diberi kesempatan untuk mengeksplorasi apa yang mereka sukai dan kuasai.
Dalam forum-forum Hari Guru, guru menekankan bahwa minat dan bakat bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi bagian penting dari pembentukan karakter dan masa depan siswa. Mereka melihat bahwa pendekatan pembelajaran yang lebih personal, bervariasi, dan berbasis pengalaman nyata diperlukan untuk membantu siswa menemukan kekuatan dirinya. Tanpa dukungan sistematis, banyak siswa berpotensi kehilangan arah karena tidak pernah benar-benar mengenali talenta yang dimiliki.
Menurut Prof. Howard Gardner (2020) dari Harvard University, pencetus teori Multiple Intelligences, sekolah yang ingin berkembang harus membuka ruang bagi berbagai bentuk kecerdasan siswa tidak hanya linguistik atau logika matematika. Gardner menegaskan bahwa minat dan bakat akan tumbuh ketika siswa diberi kesempatan mencoba, gagal, belajar, dan mencoba lagi dalam bidang yang mereka sukai. Ia menyebut pengembangan bakat sebagai langkah penting agar siswa mampu meraih peran yang sesuai di masa depan.
Sementara itu, Sir Ken Robinson (2021), pakar pendidikan kreatif asal Inggris, menyatakan bahwa banyak sistem sekolah modern justru menghambat kreativitas siswa karena terlalu menekankan keseragaman. Robinson berpendapat bahwa guru perlu menjadi fasilitator yang mendorong eksplorasi, bukan sekadar pengajar materi. “Tugas pendidikan adalah menemukan dan memelihara potensi unik setiap anak,” tegasnya.
Melalui refleksi Hari Guru tahun ini, pendidik berharap pemerintah memperkuat program pembinaan minat dan bakat di sekolah, mulai dari penyediaan fasilitas, pelatihan guru, hingga kerja sama dengan komunitas dan dunia industri. Guru percaya bahwa dengan sistem yang lebih mendukung, siswa Indonesia akan tumbuh sebagai generasi yang percaya diri, kreatif, dan siap bersaing dalam berbagai bidang.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI