GURU SEBAGAI PENJAGA IDENTITAS BANGSA
Sumber gambar: https://www.google.com/imgresstatic.republika.co.id
Setiap bangsa memiliki identitas yang terbentuk melalui budaya, bahasa, nilai moral, dan sejarah. Guru adalah penjaga identitas tersebut karena mereka mengajarkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Tanpa guru, nilai budaya dapat hilang tergantikan oleh arus informasi global. Guru memastikan generasi baru tetap mengenal akar budaya dan sejarah bangsanya.
Dalam pembelajaran, guru tidak hanya mengajarkan ilmu universal seperti matematika, sains, dan bahasa asing. Mereka juga menanamkan cinta tanah air, penghargaan terhadap keberagaman, dan rasa bangga terhadap identitas nasional. Nilai-nilai ini sangat penting di tengah dunia yang semakin global dan seragam.
Hari Guru mengingatkan kita bahwa peran guru tidak hanya akademis, tetapi juga kultural. Mereka membentuk karakter murid agar memiliki identitas yang kuat dan tidak mudah terpengaruh hal negatif dari luar. Pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam proses pembentukan generasi bangsa.
Guru juga berperan sebagai penjaga memori kolektif bangsa. Mereka mengajarkan sejarah agar generasi baru memahami perjalanan panjang bangsanya. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah melupakan perjuangan dan nilai-nilai yang membentuk negara.
Tanpa guru, identitas bangsa akan mudah tergerus modernisasi. Maka keberadaan guru adalah benteng moral dan budaya bangsa. Mereka menghubungkan masa lalu dengan masa depan melalui pendidikan. Hari Guru adalah pengingat bahwa menjaga guru berarti menjaga identitas bangsa itu sendiri.
Author: Adinda Budi Julianti
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI