Guru sebagai Penjaga Etika dalam Ekosistem Pendidikan
Guru kini tidak hanya
berperan sebagai pengajar akademik, tetapi juga sebagai penjaga etika dalam
ekosistem pendidikan. Peran ini mencakup menanamkan nilai moral, membimbing
perilaku siswa, dan menjadi teladan integritas yang konsisten. Sekolah yang
dipimpin oleh guru yang beretika diyakini mampu membentuk lingkungan belajar
yang sehat dan berbudaya positif.
Menurut Dr. Helena
Morgan, pakar etika pendidikan dari University of Melbourne pada 2025, guru
memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter siswa. “Siswa cenderung meniru
perilaku yang mereka saksikan, bukan hanya mematuhi aturan tertulis. Oleh karena
itu, guru harus menunjukkan konsistensi, kejujuran, dan keadilan dalam setiap
interaksi dengan siswa,” ujarnya.
Dr. Michael Fullan, pakar
pendidikan dari University of Toronto, Kanada, menekankan bahwa guru berperan
sebagai agen moral yang mampu membangun budaya integritas di sekolah. Ia
menyebutkan bahwa sekolah yang menampilkan keteladanan guru dalam pengambilan
keputusan, disiplin, dan transparansi akan menghasilkan siswa yang memahami
nilai etika secara mendalam dan siap menghadapi tantangan moral di luar
sekolah.
Dalam praktiknya, guru
dapat menanamkan etika melalui pembelajaran berbasis pengalaman, seperti proyek
kelompok, diskusi dilema moral, dan simulasi situasi nyata. Metode ini membantu
siswa menyadari konsekuensi dari perilaku tidak jujur, mempraktikkan keadilan,
dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Keteladanan guru juga
tercermin dari perilaku sehari-hari, termasuk kejujuran dalam menilai pekerjaan
siswa, konsistensi dalam menegakkan aturan, dan keterbukaan dalam komunikasi.
Tindakan-tindakan ini membangun rasa kepercayaan siswa terhadap guru sekaligus
menginternalisasi nilai-nilai etika yang akan mereka bawa hingga dewasa.
Dengan guru sebagai
penjaga etika, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga
laboratorium karakter. Melalui keteladanan, metode pembelajaran yang etis, dan
budaya sekolah yang mendukung, pendidikan mampu mencetak generasi yang cerdas secara
akademik sekaligus bermoral tinggi, siap menghadapi tantangan sosial dan etika
di masyarakat.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI