Guru sebagai Penghubung Empati pada Siswa terhadap ODHA
Sumber Gambar. https://kumparan.com/
Guru
memiliki posisi penting sebagai penghubung empati antara siswa dan isu-isu
sosial termasuk ODHA. Melalui pendekatan yang lembut, guru mampu menanamkan
rasa kepedulian pada siswa. Empati menjadi dasar penting dalam membangun sikap
inklusif sejak usia dini. Karena itu, penguatan nilai empati harus dilakukan
secara konsisten.
Pembelajaran tematik dapat menjadi wadah untuk mengenalkan konsep empati. Guru
dapat menyisipkan cerita inspiratif yang relevan dengan kehidupan ODHA. Cerita
tersebut dapat menggerakkan hati siswa untuk menghargai perasaan orang lain.
Dengan begitu, pemahaman siswa menjadi lebih mendalam.
Selain cerita, diskusi kelompok juga efektif untuk mengembangkan keterbukaan
pikiran. Dalam diskusi, siswa belajar mendengarkan pendapat teman lain. Sikap
ini membantu mereka memahami perbedaan perspektif. Proses ini memperkuat
kemampuan menerima keberagaman.
Guru
perlu memastikan bahwa ruang kelas aman bagi seluruh siswa. Lingkungan belajar
yang ramah mendorong keterlibatan siswa dalam percakapan empatik. Suasana
positif membuat mereka merasa dihargai. Kondisi tersebut membentuk karakter
inklusif secara alami.
Penggunaan
media audio-visual dapat memperkuat pesan empati. Video pendek tentang
perjuangan ODHA dapat memberikan wawasan yang nyata. Siswa lebih mudah memahami
kondisi melalui visualisasi. Hal ini membuat pesan inklusi lebih membekas.
Guru juga dapat mengajak siswa membuat proyek sosial sederhana. Misalnya
menulis surat dukungan atau membuat poster anti-stigma. Aktivitas ini
menumbuhkan rasa peduli yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Sikap inklusif
pun semakin terinternalisasi.
Peran guru sebagai teladan tetap sangat penting. Siswa memperhatikan bagaimana
guru bersikap terhadap isu sensitif. Ketika guru menunjukkan empati, mereka
akan mengikutinya. Tindakan ini memperkuat budaya positif di sekolah.
Dalam jangka panjang, empati yang dilatih sejak dini memberi dampak besar.
Siswa tumbuh menjadi individu yang menghargai perbedaan. Sikap ini membantu
menciptakan masyarakat yang lebih inklusif terhadap ODHA. Guru berperan sebagai
fondasi terbentuknya perubahan tersebut.
Author
: Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah