Guru sebagai Penggerak Pendidikan HAM Sejak Usia Dini
Sumber: Canva Image
Guru memiliki peran strategis dalam
mengenalkan konsep HAM kepada siswa sekolah dasar. Mereka dapat menyampaikan
nilai-nilai dasar seperti keadilan, kebebasan berpendapat, dan penghormatan
terhadap sesama melalui kegiatan belajar sederhana. Guru memberikan pemahaman
bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar dan berkembang tanpa
diskriminasi. Penjelasan yang diberikan dengan bahasa yang mudah membuat siswa
lebih cepat memahami. Pembiasaan nilai-nilai ini sangat penting untuk membentuk
karakter yang menghargai hak orang lain.
Guru juga mampu memberikan contoh langsung
bagaimana menegakkan nilai HAM melalui interaksi sehari-hari. Cara guru
memperlakukan siswa menjadi cerminan bagaimana siswa seharusnya memperlakukan
orang lain. Ketika guru bersikap adil dalam memberikan kesempatan atau
penilaian, siswa belajar arti keadilan secara nyata. Guru juga menunjukkan
bagaimana menghargai pendapat siswa meskipun berbeda. Sikap seperti ini
membentuk budaya kelas yang demokratis.
Selain memberikan contoh, guru dapat
melibatkan siswa dalam kegiatan yang memperkuat pemahaman tentang HAM. Guru
dapat mengajak siswa bermain peran tentang situasi tidak adil dan bagaimana
memperbaikinya. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa mereka harus
peka terhadap ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka. Kegiatan kelompok
juga membantu siswa belajar bekerja sama dan menghormati hak masing-masing
anggota. Pendekatan ini membuat pembelajaran HAM terasa lebih hidup dan
bermakna.
Guru juga berperan dalam mencegah tindakan
diskriminasi di sekolah. Mereka dapat menegur siswa yang mengejek atau
mengucilkan temannya sambil menjelaskan bahwa tindakan tersebut melanggar hak
orang lain. Penjelasan yang jelas membantu siswa memahami mengapa perilaku
tersebut tidak boleh dilakukan. Ketegasan guru dalam hal ini memberikan rasa
aman bagi siswa yang mungkin menjadi korban. Lingkungan sekolah pun menjadi
lebih ramah dan saling menghargai.
Kerja sama antara guru dan orang tua juga
sangat penting dalam memperkuat pendidikan HAM. Gurulah yang dapat memberikan
arahan kepada orang tua tentang bagaimana menerapkan nilai-nilai kemanusiaan di
rumah. Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua membuat pembiasaan
nilai-nilai HAM berlangsung konsisten. Ketika anak mendapatkan contoh yang sama
di rumah dan sekolah, pemahaman mereka akan semakin kuat. Hal ini menciptakan
lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter.
Dengan komitmen guru untuk mengajarkan nilai
HAM sejak dini, sekolah dapat menjadi ruang yang aman dan penuh penghargaan
bagi semua siswa. Guru menjadi penggerak utama dalam membentuk generasi yang
peka terhadap keadilan dan kemanusiaan. Upaya ini tidak hanya bermanfaat bagi
kehidupan sekolah, tetapi juga menjadi bekal berharga bagi siswa dalam
kehidupan sosial mereka kelak. Nilai-nilai yang ditanamkan guru hari ini akan
berdampak besar pada terbentuknya masyarakat yang lebih manusiawi di masa
depan.
Penulis: Danella Putri
Editor: Naela Zulianti Ashlah