Guru sebagai Pemberi Dukungan Emosional bagi Siswa ODHA
Sumber Gambar. https://guruberdaya.org/
Dukungan
emosional adalah kebutuhan penting bagi siswa ODHA. Guru dapat memberikan
dukungan ini melalui perhatian dan empati. Kehangatan hubungan membuat siswa
merasa aman. Dukungan emosional membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka.
Guru
dapat menanyakan kondisi siswa secara berkala. Pertanyaan sederhana menunjukkan
kepedulian. Sikap ini membantu siswa merasa dihargai. Hubungan positif pun
terbentuk.
Jika
siswa terlihat sedih atau tertekan, guru dapat mengajaknya berbicara secara
pribadi. Pembicaraan ini memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan
perasaan. Guru mendengarkan tanpa menghakimi. Tindakan ini sangat berarti bagi
ODHA.
Guru
juga dapat memberikan motivasi agar siswa tetap bersemangat belajar. Motivasi
membantu siswa melihat masa depannya dengan optimis. Semangat ini memperkuat
kesehatan mental mereka. Dukungan kecil berdampak besar.
Lingkungan
kelas yang suportif sangat membantu perkembangan ODHA. Guru perlu memastikan
tidak ada bullying atau ejekan. Tindakan tegas akan mencegah perlakuan buruk.
Siswa belajar menghormati satu sama lain.
Guru
dapat mengintegrasikan kegiatan mindfulness untuk menenangkan pikiran. Latihan
pernapasan sederhana membantu siswa mengelola stres. Aktivitas ini bermanfaat
bagi seluruh kelas. Kesehatan mental menjadi lebih stabil.
Dukungan
emosional juga dapat datang dari teman sebaya. Guru memfasilitasi pembentukan
kelompok pendukung. Kelompok ini menjadi tempat siswa saling membantu. Relasi
positif memberi kekuatan bagi ODHA.
Dengan
dukungan emosional dari guru, siswa ODHA dapat berkembang secara optimal.
Mereka merasa diterima dan disayangi di lingkungan sekolah. Sikap inklusif
tumbuh secara alami dalam diri semua siswa. Pendidikan pun menjadi ruang yang
benar-benar manusiawi.
Author
: Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah