Guru sebagai Mediator Hubungan Sosial Siswa terhadap ODHA
Sumber Gambar. https://www.bastraradio.com/
Guru
memiliki peran penting sebagai mediator yang menjaga keharmonisan hubungan
sosial siswa. Mereka menjadi penengah ketika terjadi kesalahpahaman terkait isu
HIV/AIDS. Pendekatan yang tenang membantu meredam ketakutan yang tidak
berdasar. Dengan cara ini, guru membantu menciptakan suasana kelas yang damai.
Guru
dapat memfasilitasi kegiatan saling mengenal agar siswa lebih dekat satu sama
lain. Kegiatan sederhana seperti saling berbagi cerita dapat membuka ruang
kepercayaan. Kedekatan emosional membuat siswa lebih mudah menerima
keberagaman. Ini menjadi modal sosial yang positif bagi ODHA.
Melalui
komunikasi yang santun, guru meluruskan anggapan keliru tentang HIV/AIDS.
Penjelasan ilmiah menjadikan siswa lebih tenang. Informasi yang tepat
mengurangi risiko penyebaran stigma. Pendidikan berbasis fakta selalu memberi
hasil positif.
Guru
juga dapat melakukan mediasi jika muncul konflik terkait kesehatan. Mereka
mendengarkan kedua pihak sebelum mengambil keputusan. Tindakan ini mengajarkan
keadilan dalam penyelesaian masalah. Siswa belajar bahwa konflik dapat
diselesaikan tanpa kekerasan.
Aktivitas
kelompok yang diarahkan guru dapat mempererat hubungan antar siswa. Siswa
belajar bekerja sama tanpa memandang kondisi individu. Kegiatan ini membantu
ODHA merasa diterima di kelas. Kehangatan sosial pun meningkat.
Guru
harus peka terhadap perubahan perilaku siswa. Jika ada tanda penolakan atau
ejekan, guru segera mengambil tindakan. Kepekaan ini menjaga ODHA dari tekanan
psikologis. Lingkungan kelas tetap menjadi ruang aman.
Selain
itu, guru dapat mengadakan kegiatan yang mempromosikan kerjasama dan toleransi.
Misalnya, permainan edukatif yang mendorong kolaborasi. Kegiatan ini
menumbuhkan rasa saling menghargai. Siswa belajar nilai empati secara natural.
Dengan
peran mediasi yang kuat, guru mampu menciptakan jaringan sosial yang sehat di
kelas. Siswa belajar bertanggung jawab terhadap sikap mereka. ODHA pun dapat
berinteraksi tanpa rasa takut. Kelas menjadi tempat berkembangnya nilai-nilai
kemanusiaan.
Author & Editor : Naela Zulianti Ashlah