Guru sebagai Inspirator Kejujuran dan Transparansi
Peran guru dalam dunia pendidikan kini tidak lagi
terbatas pada penyampaian materi pelajaran. Di banyak sekolah, guru tampil
sebagai inspirator utama dalam menanamkan nilai kejujuran dan transparansi
kepada siswa. Melalui tindakan sehari-hari, mereka menjadi contoh nyata
bagaimana integritas harus diwujudkan dalam perilaku, keputusan, dan
komunikasi.
Keteladanan guru dalam sikap jujur terlihat dari cara
mereka menilai tugas, menyampaikan aturan kelas, hingga memperlakukan siswa
secara adil. Di berbagai tempat, sejumlah sekolah mulai menekankan pentingnya
transparansi, misalnya melalui sistem penilaian terbuka, penjelasan prosedur
tugas, atau memastikan penggunaan fasilitas sekolah dilakukan secara
bertanggung jawab. Pembiasaan-pembiasaan ini membuat siswa tumbuh dengan
pemahaman bahwa kejujuran adalah standar bukan pengecualian.
Menurut Dr. James Rest, ahli etika pendidikan dari
University of Minnesota, perilaku guru memberi dampak langsung terhadap
perkembangan moral siswa. “Students learn
ethical behavior not by instruction alone, but by witnessing adults who
consistently uphold honesty and fairness,” ujarnya. Rest menekankan bahwa
apa yang dilakukan guru di kelas adalah sumber pembelajaran moral yang sangat
kuat dan sulit digantikan oleh metode lain.
Pendapat serupa disampaikan oleh Prof. Helen Haste,
pakar psikologi moral dari University of Bath. Ia menyebut bahwa transparansi
dalam interaksi sekolah membantu membangun rasa percaya antara guru dan siswa.
“When teachers communicate clearly and
act transparently, students develop trust and trust is the foundation for
ethical judgment,” jelas Haste. Menurutnya, lingkungan kelas yang terbuka
mendorong siswa untuk mengembangkan kebiasaan jujur sejak dini.
Praktik inspiratif para guru ini menunjukkan bahwa
upaya menumbuhkan budaya antikorupsi tidak selalu harus dimulai dari kebijakan
besar. Melalui keteladanan sederhana mengakui kesalahan, menjaga amanah,
bersikap adil, dan menjunjung keterbukaan guru telah memainkan peran penting
dalam membangun generasi muda yang berintegritas.
Dengan semakin kuatnya komitmen sekolah untuk
mengedepankan kejujuran dan transparansi, guru dipandang sebagai pilar moral
yang mampu membawa perubahan nyata dalam dunia pendidikan. Upaya ini menjadi
bekal penting untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga
berkarakter kuat dan mampu menolak segala bentuk perilaku tidak etis.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI