Guru SD dan Pembentukan Siswa Peduli Lingkungan dan Bangsa
Sekolah Dasar (SD) menjadi sangat krusial dalam membentuk
siswa yang peduli terhadap lingkungan dan bangsa. Pendidikan sejak dini
diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga alam dan
mengembangkan rasa cinta tanah air yang berkelanjutan. Melalui pendekatan yang
tepat, guru dapat membekali siswa dengan nilai-nilai yang membentuk karakter
mereka sebagai warga negara yang bertanggung jawab.
Menurut Prof. William H. Schubert, seorang pakar pendidikan
dari Amerika Serikat, pendidikan yang menumbuhkan rasa peduli terhadap
lingkungan dan bangsa harus dimulai sejak usia dini. Dalam wawancaranya dengan
Journal of Environmental Education pada 2025, Schubert menjelaskan bahwa
anak-anak yang diajarkan untuk peduli terhadap alam sejak kecil cenderung
memiliki sikap yang lebih bertanggung jawab terhadap bumi di masa depan.
"Guru memainkan peran kunci dalam mengajarkan nilai-nilai keberlanjutan dan
rasa kebanggaan terhadap negara mereka," ujarnya.
Guru di SD dapat mengajarkan kesadaran lingkungan melalui
berbagai cara, seperti melalui proyek penghijauan, pembelajaran tentang daur
ulang, atau kegiatan sosial yang mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam
pelestarian lingkungan. Prof. Schubert juga menambahkan pentingnya mengaitkan
pembelajaran lingkungan dengan pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan.
"Anak-anak perlu melihat bagaimana tindakan mereka dapat membantu tidak
hanya melindungi alam, tetapi juga membangun negara yang lebih baik,"
katanya.
Selain itu, pengajaran tentang rasa nasionalisme juga
penting untuk menumbuhkan sikap peduli terhadap negara. Guru bisa mengajarkan
sejarah negara, bendera, lagu kebangsaan, dan simbol-simbol negara yang bisa
memperkuat rasa cinta tanah air. Sebagai contoh, kegiatan seperti peringatan
Hari Kemerdekaan atau lomba-lomba yang berhubungan dengan budaya lokal dapat
menumbuhkan semangat kebersamaan dan kebanggaan sebagai warga negara.
Namun, tantangan dalam menerapkan pendidikan peduli
lingkungan dan bangsa adalah adanya perbedaan latar belakang sosial-ekonomi
siswa. Beberapa siswa mungkin belum merasa terdampak oleh kerusakan lingkungan
atau belum sepenuhnya mengerti pentingnya kontribusi mereka terhadap negara.
Oleh karena itu, pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis pada pengalaman
nyata sangat penting.
Dengan bimbingan guru, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap kemajuan bangsa. Pendidikan yang baik di tingkat SD akan membentuk karakter anak-anak yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat cinta tanah air dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.