Guru Menilai Pentingnya Pembelajaran Berbasis Proyek
Momentum Hari Guru tahun ini kembali menghadirkan diskusi hangat di berbagai sekolah mengenai efektivitas pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning (PBL). Banyak guru menilai bahwa model pembelajaran ini semakin penting diterapkan karena mampu melatih siswa berpikir kritis, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah nyata. Di tengah perubahan dunia yang cepat, keterampilan tersebut menjadi kebutuhan dasar bagi generasi masa depan.
Para pendidik melihat bahwa PBL mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses belajar. Tidak sekadar menghafal materi, siswa diajak merancang, meneliti, dan mempresentasikan hasil kerja mereka. Pendekatan ini terbukti meningkatkan motivasi belajar karena siswa merasa memiliki kontrol atas proses yang mereka jalani. Menurut Prof. Eleanor Westwood (2025) dari University of Edinburgh, “project-based learning memberi pengalaman otentik yang membuat siswa belajar bukan karena tugas, tetapi karena rasa ingin tahu.”
Namun, implementasi PBL di sekolah masih menghadapi sejumlah tantangan. Guru mengaku membutuhkan pelatihan tambahan untuk merancang proyek yang relevan, terukur, dan sesuai kurikulum. Selain itu, keterbatasan fasilitas di beberapa sekolah membuat proses pelaksanaan proyek kurang optimal. Dr. Robert King (2025), pakar pendidikan dari University of Toronto, menegaskan bahwa “keberhasilan PBL sangat bergantung pada dukungan infrastruktur dan fleksibilitas kebijakan sekolah.” Tanpa dua hal tersebut, PBL sering kali hanya berjalan setengah jalan.
Meski demikian, banyak guru tetap optimistis karena PBL terbukti mampu memperkuat berbagai kompetensi penting siswa, termasuk komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi. Guru melihat bahwa siswa yang terbiasa bekerja dalam proyek cenderung lebih percaya diri dalam mengemukakan ide dan lebih siap menghadapi situasi kehidupan nyata di luar sekolah. Pendekatan ini membuat pembelajaran tidak lagi bersifat satu arah, tetapi kolaboratif dan penuh eksplorasi.
Peringatan Hari Guru menjadi momen yang tepat bagi sekolah dan pemerintah untuk memperluas dukungan terhadap pembelajaran berbasis proyek. Dengan pelatihan intensif, fasilitas yang memadai, serta kebijakan yang lebih fleksibel, PBL dapat menjadi model pembelajaran unggulan yang tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga membangun karakter dan kompetensi masa depan siswa.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI