Guru Mendorong Pembelajaran Kontekstual untuk Generasi Z
Peringatan Hari Guru 2025 membawa sorotan baru terhadap kebutuhan pembelajaran yang lebih relevan bagi Generasi Z. Para guru menilai bahwa siswa masa kini tidak cukup hanya diberi materi teoritis, tetapi harus dibimbing melalui pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan nyata. “Generasi Z membutuhkan pengalaman belajar yang bermakna. Mereka ingin tahu mengapa dan untuk apa sebuah pengetahuan dipelajari,” ujar salah satu perwakilan guru dalam diskusi nasional Hari Guru.
Pembelajaran kontekstual dianggap semakin penting karena karakteristik Gen Z yang cepat, kritis, dan sangat visual. Tanpa konteks nyata, banyak siswa kesulitan memahami konsep abstrak atau menerapkan pengetahuan pada situasi kehidupan. Guru menyebut bahwa menghubungkan materi dengan fenomena sosial, masalah lingkungan, hingga aktivitas digital sehari-hari mampu meningkatkan motivasi dan retensi belajar.
Pakar pedagogi digital dari Denmark, Prof. Mikkel Sørensen (2024), menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan yang paling efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. “Siswa masa kini belajar lebih baik melalui proyek dunia nyata. Mereka harus terlibat dalam analisis, kolaborasi, dan pemecahan masalah autentik,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa guru perlu diberi ruang inovasi agar dapat mendesain pembelajaran yang fleksibel.
Dari Belanda, ahli inovasi kurikulum Dr. Lotte van Rijn (2023) menyampaikan bahwa pembelajaran kontekstual membutuhkan kurikulum yang adaptif dan tidak terlalu kaku. “Jika kurikulum terlalu padat dan terstruktur, guru kesulitan menghubungkan materi dengan realitas sehari-hari siswa. Negara harus memberi otonomi lebih besar kepada sekolah untuk berinovasi,” ujarnya. Ia juga mendorong penggunaan proyek sosial dan berbasis lingkungan sebagai strategi memperkaya konteks belajar.
Momentum Hari Guru 2025 diharapkan menjadi titik awal transformasi pembelajaran yang lebih relevan dan hidup bagi siswa Indonesia. Para guru optimis bahwa ketika pembelajaran dibuat dekat dengan dunia nyata, Generasi Z akan tumbuh dengan kemampuan kritis, kreatif, dan siap beradaptasi di masa depan. Pembelajaran kontekstual menjadi jembatan penting antara sekolah dan kehidupan, sehingga pendidikan dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga solutif dan visioner.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI