Guru Harapkan Sinergi Lebih Kuat dengan Orang Tua
Peringatan Hari Guru tahun ini kembali membuka diskusi penting mengenai peran kolaborasi antara guru dan orang tua dalam pendidikan. Guru menilai bahwa sinergi yang kuat tidak hanya membantu meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter siswa sejak dini. Dalam era pascapandemi yang penuh tantangan, hubungan antara sekolah dan keluarga menjadi semakin krusial dalam memastikan perkembangan siswa berjalan optimal.
Di banyak sekolah, guru menghadapi dinamika baru: perubahan perilaku belajar, kesenjangan akademik, hingga kebutuhan pendampingan emosional siswa. Semua itu membutuhkan keterlibatan aktif dari orang tua. Namun, kenyataannya komunikasi masih sering tersendat, baik karena kesibukan orang tua maupun kurangnya ruang dialog yang terstruktur. Guru berharap momen Hari Guru menjadi titik pembaruan untuk membangun pola kemitraan yang lebih kuat, terbuka, dan saling memahami.
Ahli pendidikan Eropa, Prof. Anne Berg (University of Helsinki, Finlandia, 2023), menegaskan bahwa keterlibatan orang tua adalah salah satu prediktor terkuat meningkatnya hasil belajar siswa. “Sekolah yang berhasil adalah sekolah yang mampu menjadikan orang tua sebagai mitra strategis, bukan sekadar tamu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa negara-negara dengan performa pendidikan tinggi selalu menempatkan hubungan guru–orang tua sebagai prioritas kebijakan.
Senada dengan itu, Dr. Klaus Müller (Leibniz Institute for Educational Research, Jerman, 2022) menyoroti pentingnya komunikasi yang konsisten dan berbasis data antara guru dan orang tua. “Kolaborasi yang efektif membutuhkan informasi yang jelas, empati, dan transparansi. Ketika guru dan orang tua memahami kondisi anak secara menyeluruh, intervensi pendidikan menjadi jauh lebih tepat sasaran,” jelasnya. Pandangan ini menunjukkan bahwa sinergi bukan hanya soal kehadiran orang tua, tetapi kualitas kemitraannya.
Guru berharap sekolah dapat menyediakan lebih banyak ruang komunikasi yang bermakna, seperti forum diskusi rutin, platform digital untuk memantau perkembangan siswa, dan program literasi parenting yang memperkuat pemahaman orang tua tentang kebutuhan belajar anak. Mereka juga menekankan perlunya pendekatan yang saling menghargai, sehingga guru dan orang tua dapat berjalan bersama tanpa rasa saling menyalahkan.
Dengan sinergi yang lebih solid, tantangan pembelajaran dapat diatasi secara lebih efektif dan menyeluruh. Hari Guru mengingatkan semua pihak bahwa pendidikan adalah proses bersama. Ketika guru dan orang tua berada dalam satu visi, anak-anak akan tumbuh lebih percaya diri, berkarakter kuat, dan siap menghadapi masa depan yang terus berubah.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI