Guru Harapkan Peningkatan Pendidikan Vokasional
Peringatan Hari Guru 2025 kembali menjadi momentum bagi para pendidik untuk menyuarakan pentingnya peningkatan pendidikan vokasional di Indonesia. Banyak guru menilai bahwa kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif harus diimbangi dengan sistem pendidikan yang mampu membekali siswa dengan keterampilan praktis. Mereka menekankan bahwa sekolah-sekolah vokasi perlu diperkuat, mulai dari kurikulum hingga fasilitas pembelajaran praktik yang lebih memadai.
Guru-guru dari berbagai daerah mengungkapkan bahwa sebagian besar sekolah vokasional masih menghadapi kesenjangan antara kebutuhan industri dan kemampuan sarana pembelajaran. Fasilitas praktik yang belum mutakhir dianggap menghambat siswa untuk memahami teknologi terbaru yang digunakan di dunia kerja. Selain itu, kolaborasi sekolah dengan industri yang belum merata membuat lulusan vokasi menghadapi tantangan tambahan dalam memasuki pasar kerja.
Dalam berbagai forum Hari Guru, pendidik juga menyoroti perlunya peningkatan kompetensi guru vokasional. Mereka menilai bahwa pelatihan guru harus lebih terarah, terutama dalam penguasaan teknologi industri terkini, agar pembelajaran tetap relevan. Guru berharap pemerintah memberikan pelatihan berbasis kebutuhan riil lapangan kerja, bukan sekadar pelatihan administratif atau teoritis yang sering dianggap kurang berdampak pada kualitas pembelajaran.
Menurut Dr. Anindito Aditomo (2023), Kepala BSKAP Kemendikbudristek, pendidikan vokasional hanya dapat berhasil apabila ada kolaborasi berkelanjutan yang kuat antara sekolah dan industri. Ia menyatakan bahwa link and match yang efektif akan membantu siswa memperoleh pengalaman belajar yang autentik, sekaligus memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan sektor kerja. Dr. Anindito juga menekankan bahwa modernisasi peralatan praktik serta peningkatan kapasitas guru merupakan faktor utama yang perlu segera diperkuat untuk mendorong mutu pendidikan vokasi.
Para guru berharap pemerintah menjadikan aspirasi ini sebagai prioritas dalam agenda pembangunan pendidikan nasional 2025. Dengan penguatan pendidikan vokasional, mereka meyakini bahwa lulusan sekolah akan lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja yang cepat dan kompleks. Selain itu, peningkatan kualitas vokasi juga dianggap sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui generasi muda yang lebih kompeten dan produktif.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI