Guru Harapkan Pemerataan Akses Internet Sekolah
Peringatan Hari Guru 2025 kembali menyoroti salah satu isu mendesak di dunia pendidikan: pemerataan akses internet di sekolah. Banyak guru menyampaikan bahwa kualitas pembelajaran saat ini sangat bergantung pada konektivitas digital, baik untuk penggunaan platform pembelajaran, pencarian sumber belajar, hingga komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua. Namun, ketimpangan akses masih terlihat jelas, terutama di wilayah pedesaan dan daerah 3T yang menghadapi jaringan tidak stabil atau bahkan belum terlayani internet sama sekali.
Guru menilai bahwa koneksi internet yang memadai bukan lagi kebutuhan tambahan, tetapi infrastruktur dasar yang menentukan masa depan kualitas pendidikan. Tanpa internet yang kuat, pelaksanaan asesmen digital, pembelajaran berbasis proyek, maupun penggunaan perangkat teknologi seperti aplikasi literasi dan platform kurikulum Merdeka menjadi sulit dijalankan. Beberapa guru juga mengungkapkan bahwa mereka sering harus menggunakan kuota pribadi hanya untuk memastikan proses belajar tetap berjalan.
Dalam sejumlah kasus, sekolah yang memiliki akses internet baik menunjukkan peningkatan signifikan dalam kreativitas pembelajaran. Guru lebih mudah merancang materi interaktif, memanfaatkan video edukasi, hingga mengajak siswa mengikuti riset kecil menggunakan sumber-sumber digital. Sayangnya, manfaat ini belum dapat dirasakan secara merata, sehingga banyak pendidik berharap pemerintah mempercepat pemerataan jaringan internet sekolah.
Menurut Prof. Neil Selwyn (2022), peneliti teknologi pendidikan dari Monash University, Australia, kesenjangan digital merupakan salah satu penghambat utama transformasi pendidikan di berbagai negara. Ia menekankan bahwa teknologi hanya dapat memberikan dampak positif jika aksesnya bersifat inklusif. Selwyn juga mengingatkan bahwa ketidakadilan akses internet berpotensi memperlebar jurang kompetensi digital antar siswa.
Sementara itu, Prof. Eric Brynjolfsson (2023) dari Stanford University, yang banyak meneliti dampak teknologi terhadap pendidikan dan ekonomi, menyatakan bahwa infrastruktur digital yang merata adalah fondasi untuk memastikan setiap siswa memiliki peluang belajar yang setara. Ia menegaskan bahwa negara yang ingin memaksimalkan potensi teknologi harus terlebih dahulu memastikan seluruh sekolah memiliki jaringan internet yang stabil dan cepat.
Melalui momentum Hari Guru 2025, para pendidik berharap pemerintah mempercepat pembangunan jaringan internet sekolah secara nasional. Mereka meyakini bahwa akses internet yang merata akan membuka pintu bagi inovasi pembelajaran yang lebih progresif dan memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam era pendidikan digital.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI