Guru Evaluasi Efektivitas Penilaian Autentik
Peringatan Hari Guru tahun ini mendorong banyak pendidik melakukan refleksi terhadap efektivitas penilaian autentik di sekolah. Metode penilaian yang menilai kompetensi nyata siswa ini dinilai semakin penting untuk menjawab kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Guru menilai bahwa penilaian autentik mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kemampuan siswa dibandingkan tes pilihan ganda atau ujian tertulis semata.
Dalam praktiknya, penilaian autentik melibatkan proyek, portofolio, presentasi, hingga observasi proses belajar. Guru menyebut bahwa pendekatan ini membuat siswa lebih aktif, kreatif, dan relevan dengan situasi nyata. Prof. Linda Darling-Hammond (2025) dari Stanford University menegaskan bahwa “penilaian autentik mencerminkan kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata, bukan sekadar menguji ingatan jangka pendek.” Menurutnya, sekolah yang menerapkan metode ini cenderung melahirkan pembelajar yang lebih mandiri.
Meski demikian, implementasi penilaian autentik tidak berjalan mudah. Guru mengaku membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk mengamati kemampuan siswa secara menyeluruh, mulai dari proses hingga hasil. Selain itu, belum semua sekolah memiliki panduan baku dalam menerapkan penilaian yang lebih bersifat kualitatif ini. Dr. Dylan Wiliam (2025), pakar asesmen dari University College London, menjelaskan bahwa “penilaian autentik efektif jika didukung desain rubrik yang jelas dan konsisten.” Ia menekankan perlunya pelatihan yang memadai bagi guru.
Guru juga menghadapi tantangan beban administrasi saat harus menilai banyak indikator dalam satu kelas. Namun, sebagian guru mulai terbantu dengan adanya platform digital yang mempermudah dokumentasi dan evaluasi portofolio siswa. Dengan penggunaan teknologi yang tepat, penilaian autentik dinilai dapat lebih efisien tanpa mengurangi kualitas asesmen. Momentum Hari Guru menjadi dorongan bagi sekolah dan pemerintah untuk memperkuat implementasi penilaian autentik melalui pelatihan, panduan kurikulum, dan dukungan teknologi. Guru berharap sistem penilaian di sekolah benar-benar mampu mencerminkan potensi, kreativitas, dan kompetensi utuh siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berorientasi pada perkembangan jangka panjang.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI