Guru Desak Modernisasi Perpustakaan Sekolah
Momentum Hari Guru tahun ini kembali membuka diskusi mengenai kondisi perpustakaan sekolah yang masih tertinggal di banyak daerah. Para guru mendesak dilakukan modernisasi besar-besaran agar perpustakaan dapat mengikuti kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Mereka menilai perpustakaan tidak lagi cukup hanya menyediakan rak buku, tetapi harus menjadi pusat belajar interaktif yang mendukung literasi digital dan kolaborasi siswa.
Menurut para pendidik, banyak perpustakaan sekolah masih dalam kondisi minim koleksi terbaru, ruang yang kurang nyaman, serta belum terintegrasi dengan teknologi digital. Padahal, siswa saat ini membutuhkan sumber belajar yang beragam dan akses cepat terhadap informasi. Prof. Ross Todd (2025) dari Rutgers University menegaskan bahwa “perpustakaan modern harus menjadi pusat pengetahuan berbasis teknologi yang mendukung kreativitas, penelitian, dan eksplorasi siswa.” Guru melihat bahwa perpustakaan yang aktif dan terbarukan mampu meningkatkan minat baca dan kemampuan riset peserta didik.
Selain koleksi dan ruang, modernisasi juga perlu menyentuh aspek layanan. Banyak guru menilai pentingnya kehadiran pustakawan terlatih yang mampu membimbing siswa dalam mencari, menyeleksi, dan menggunakan informasi secara etis. Dr. Carol Kuhlthau (2025), pakar literasi informasi asal Amerika Serikat, menekankan bahwa “siswa perlu pendampingan agar tidak kewalahan dalam lautan informasi digital; perpustakaan berperan penting memastikan proses pencarian informasi berlangsung terarah.” Pendapat ini menegaskan bahwa perpustakaan modern tidak dapat berjalan tanpa sumber daya manusia yang kompeten.
Guru juga berharap pemerintah dan sekolah berinvestasi dalam fasilitas digital seperti katalog online, ruang baca kreatif, komputer akses terbuka, hingga platform e-book. Dengan akses digital, siswa dapat belajar lebih fleksibel dan mendapatkan referensi yang lebih luas. Banyak sekolah yang telah melangkah ke arah ini melaporkan peningkatan signifikan dalam kultur literasi dan motivasi belajar siswa.
Peringatan Hari Guru menjadi momentum kuat untuk mendorong transformasi perpustakaan sekolah menjadi ruang belajar masa depan. Guru menekankan modernisasi ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang literat, kritis, dan siap menghadapi tantangan global. Mereka berharap pemerintah dan sekolah memberikan perhatian serius agar perpustakaan kembali menjadi pusat peradaban pengetahuan di lingkungan sekolah.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI