Guru Desa Terpencil Masih Menanti Pemerataan Dukungan Pemerintah
sumber:
https://share.google/images/xMgmgXhC7osewaiIn
Guru yang
bertugas di daerah terpencil masih menantikan pemerataan dukungan dari
pemerintah terkait fasilitas dan kesejahteraan. Mereka mengaku bahwa tantangan
mengajar di wilayah terisolasi sangat besar dan membutuhkan perhatian lebih
serius. Kondisi geografis, keterbatasan akses transportasi, dan minimnya sarana
pendidikan menjadi kendala utama dalam menjalankan tugas. Banyak guru harus
menempuh perjalanan jauh melalui jalur sulit hanya untuk mencapai sekolah.
Situasi tersebut menuntut komitmen penuh pemerintah agar dukungan dapat
dirasakan secara merata.
Tunjangan
khusus untuk guru di daerah 3T sejauh ini dianggap belum sepenuhnya menjawab
kebutuhan lapangan. Sebagian guru menyebut bahwa penyaluran tunjangan masih
belum konsisten dan sering mengalami keterlambatan. Padahal, tunjangan tersebut
sangat penting untuk membantu mereka bertahan hidup di daerah dengan biaya
kebutuhan pokok yang relatif tinggi. Guru berharap pemerintah memperbaiki
sistem pendataan agar penerima tunjangan benar-benar tepat sasaran. Mereka juga
meminta adanya jaminan kepastian waktu pencairan.
Selain
tunjangan, persoalan fasilitas pembelajaran menjadi masalah serius yang belum
terselesaikan. Banyak sekolah di daerah terpencil masih kekurangan ruang kelas
layak, media belajar, serta perangkat teknologi dasar. Guru menilai bahwa
kondisi ini membuat proses pembelajaran tidak berjalan optimal dan berdampak
langsung pada kualitas hasil belajar siswa. Beberapa guru bahkan harus
menggunakan alat sederhana buatan sendiri untuk mendukung kegiatan mengajar.
Situasi ini menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan masih jauh dari harapan.
Transportasi
menuju sekolah juga menjadi kendala berat yang sering dihadapi guru. Tidak
sedikit guru yang harus menempuh perjalanan menggunakan perahu, kendaraan roda
dua di medan ekstrem, atau bahkan berjalan kaki berjam-jam. Ketidakpastian
transportasi membuat kehadiran guru di sekolah bergantung pada kondisi cuaca
dan akses jalur. Guru berharap adanya dukungan transportasi atau fasilitas
pemukiman yang memadai untuk memudahkan mobilitas. Mereka menilai akses yang
layak merupakan kebutuhan mendasar bagi guru di daerah terpencil.
Organisasi guru
memperjuangkan agar pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap
kesenjangan kualitas pendidikan antar wilayah. Mereka menegaskan bahwa
peningkatan kualitas pendidikan nasional tidak akan berhasil tanpa pemerataan
dukungan kepada guru di daerah terpencil. Organisasi guru meminta pemerintah
meninjau kembali kebijakan yang dinilai masih berfokus pada wilayah perkotaan.
Menurut mereka, guru di wilayah ekstrem adalah pahlawan yang berjuang dalam
kondisi terbatas. Karena itu, perhatian terhadap mereka harus menjadi prioritas
nasional.
Pemerintah
menyatakan bahwa program peningkatan fasilitas dan kesejahteraan guru daerah
terpencil akan terus diperluas. Sejumlah program baru tengah disiapkan untuk
memastikan bahwa guru memiliki dukungan yang memadai dalam menjalankan
tugasnya. Pemerintah menegaskan komitmen untuk memperbaiki infrastruktur
pendidikan, termasuk perumahan guru dan akses komunikasi. Selain itu,
digitalisasi pendidikan akan diprioritaskan untuk menghubungkan sekolah
terpencil dengan pusat sumber belajar. Pemerintah meminta kerja sama daerah
agar program dapat berjalan efektif.
Guru di daerah terpencil berharap perubahan nyata segera terlihat dalam waktu dekat. Mereka yakin bahwa dukungan memadai akan membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan masa depan siswa. Guru berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji, tetapi juga tindakan konkret yang dapat dirasakan langsung. Mereka menyerukan agar pemerataan kesejahteraan menjadi fokus utama dalam pembangunan pendidikan nasional. Guru optimistis bahwa jika pemerintah dan masyarakat bersinergi, kesenjangan pendidikan dapat dikurangi secara signifikan.
Penulis : Arika
Rahmania
Editor : Naela
Zulianti Ashlah
Sumber : AI