Guru dan Media Pembelajaran Inklusif untuk Penguatan Sikap Anti-Stigma
Sumber Gambar. https://kliksumbawa.com
Media
pembelajaran memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan inklusivitas. Guru
dapat memilih media yang mendorong pemahaman tentang ODHA. Media visual, video
pendek, atau cerita digital dapat memperjelas pesan. Pilihan media yang tepat
membuat siswa lebih mudah memahami isu sensitif.
Guru
dapat menggunakan poster edukasi untuk menghilangkan mitos HIV/AIDS. Poster
tersebut ditempel di kelas ataupun lorong sekolah. Pesan visual mudah dipahami
oleh siswa dari berbagai usia. Media semacam ini mendukung peningkatan literasi
kesehatan.
Video
edukatif tentang HIV/AIDS dapat mempermudah pemahaman siswa. Video memberikan
gambaran nyata tentang bagaimana ODHA menjalani hidup. Siswa dapat melihat
bahwa ODHA mampu beraktivitas seperti biasa. Hal ini membangun sikap menerima.
Cerita
digital dapat memperkuat empati siswa. Guru dapat membuat cerita tentang
karakter ODHA yang tetap bersemangat dalam belajar. Cerita ini menjadi
inspirasi bagi siswa lainnya. Media cerita digital sering menyentuh aspek
emosional.
Infografis
adalah media lain yang efektif untuk menyampaikan fakta ilmiah. Infografis
membantu siswa memahami data penularan HIV secara sederhana. Informasi visual
lebih mudah diingat. Ini memperkuat pemahaman ilmiah mereka.
Guru
juga dapat mengajak siswa membuat media pembelajaran sendiri. Misalnya, membuat
poster atau video dengan tema anti-stigma. Kegiatan ini melibatkan siswa secara
aktif. Mereka belajar makna inklusivitas melalui proses kreatif.
Media
pembelajaran yang tepat juga dapat digunakan untuk mengurai kepercayaan salah.
Guru dapat memutar simulasi interaktif yang menunjukkan fakta penularan HIV.
Siswa melihat langsung bagaimana mitos berbeda dari kenyataan. Cara ini sangat
efektif untuk meluruskan persepsi.
Penggunaan
media inklusif membantu guru menanamkan nilai positif secara konsisten. Siswa
menerima informasi melalui berbagai bentuk sehingga lebih memahami. Sikap
inklusif dapat terbentuk lebih kokoh. ODHA pun merasa diterima sepenuhnya.
Author
: Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah