Guru dan Cyber Literacy: Mengajar Sambil Mengamankan Dunia Digital Siswa
Sumber: Canva Image
Di tengah derasnya arus informasi digital, literasi siber menjadi keterampilan kunci dalam dunia pendidikan. Tugas guru kini tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan memahami keamanan digital, mengenali hoaks, dan menjaga privasi data mereka.
Untuk itu, guru perlu memahami berbagai risiko siber seperti phishing, manipulasi informasi, dan penyalahgunaan data. Pengetahuan ini penting agar guru mampu menanamkan kesadaran kepada siswa sehingga mereka tidak hanya menggunakan teknologi secara pasif, tetapi juga dapat bersikap kritis dan bertanggung jawab saat berada di dunia maya.
Penguatan etika digital juga menjadi bagian penting. Guru harus mengajarkan cara berinteraksi yang santun di ruang online, menghargai privasi orang lain, dan menjaga jejak digital. Nilai-nilai ini membantu membentuk karakter siswa baik di dunia digital maupun dunia nyata.
Di sisi lain, masih banyak guru yang belum familiar dengan konsep dasar keamanan digital, seperti enkripsi sederhana atau cara mendeteksi konten berbahaya. Oleh karena itu, pelatihan literasi digital yang memasukkan aspek keamanan siber sangat dibutuhkan agar guru dapat membimbing siswa secara tepat.
Sejumlah penelitian menekankan bahwa transformasi peran guru sebagai fasilitator digital juga mencakup kemampuan memahami keamanan dan etika dalam penggunaan teknologi. Dengan literasi siber yang memadai, guru dapat menjadi contoh sekaligus pelindung bagi siswa di lingkungan digital.
Pada momentum Hari Guru, penting untuk menyoroti bahwa literasi siber bukan lagi keterampilan tambahan, tetapi bagian penting dari pendidikan modern. Guru yang mampu mengajar sambil memastikan keamanan digital siswanya adalah pahlawan masa kini mencerdaskan sekaligus melindungi generasi digital.
Penulis: Danella
Editor: Firstlyta Bulan