Guru Buat Mini Book Project untuk Perkuat Pemahaman HIV/AIDS pada Anak
Mini book project diperkenalkan guru sebagai bagian dari kurikulum kesadaran HIV/AIDS. Siswa diminta membuat buku kecil berisi pesan kesehatan. Aktivitas ini melatih kreativitas dan literasi. Guru memberikan contoh desain sederhana. Anak bebas memberikan ilustrasi sesuai ide mereka. Proyek ini menumbuhkan rasa bangga pada karya sendiri.
Mini book project dirancang agar aman dan sesuai usia. Guru memastikan pesan tetap ringan dan positif. Siswa mengisi buku dengan kalimat pendek. Kegiatan ini membantu memperkuat pemahaman materi. Anak merasa lebih terlibat. Guru memberikan dampingan selama proses berlangsung.
Proyek ini juga melatih kemampuan motorik halus. Anak menggambar, menulis, dan mewarnai. Guru memastikan alat yang digunakan aman. Siswa dapat bekerja dalam kelompok kecil. Hal ini meningkatkan kemampuan kolaborasi. Suasana kelas menjadi menyenangkan.
Setelah selesai, mini book dipresentasikan di kelas. Siswa menceritakan isi buku masing-masing. Guru memberikan apresiasi agar anak lebih percaya diri. Presentasi membantu anak belajar berbicara di depan umum. Pengalaman ini memperkuat pemahaman materi. Anak merasa lebih dihargai.
Mini book juga bisa dibawa pulang untuk dibaca bersama keluarga. Orang tua dapat memperkuat pesan yang sudah disampaikan di sekolah. Buku kecil ini menjadi media pembelajaran berkelanjutan. Anak dapat membacanya kembali kapan saja. Pesan kesehatan tetap tersimpan dalam bentuk visual. Hal ini memperkuat kontinuitas belajar.
Proyek ini diperkirakan semakin populer di sekolah dasar. Guru melihat bahwa mini book efektif untuk pembelajaran topik sensitif. Aktivitasnya sederhana namun bermakna. Edukasi HIV/AIDS dapat disampaikan dengan cara positif. Anak belajar tanpa merasa cemas. Kurikulum menjadi lebih kreatif.
Author: Arika Rahmania
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI