Guru Ajak Siswa Refleksikan Masa Depan Pendidikan
Peringatan Hari Guru tahun ini di berbagai sekolah di Indonesia diwarnai dengan kegiatan unik: para guru mengajak siswa melakukan refleksi tentang masa depan pendidikan. Melalui diskusi kelas, sesi berbagi pengalaman, dan penulisan esai singkat, siswa diajak memikirkan bagaimana pembelajaran ideal yang mereka harapkan di tahun-tahun mendatang. Langkah ini dinilai penting untuk membangun kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya urusan guru dan pemerintah, tetapi juga suara dan aspirasi peserta didik.
Para pendidik menilai refleksi seperti ini membantu siswa menyadari peran mereka sebagai generasi yang akan membentuk wajah pendidikan masa depan. Banyak siswa menyampaikan keinginan agar sekolah lebih memberi ruang kreativitas, mendukung bakat individual, dan menggunakan teknologi dengan lebih bijak. Hal ini sejalan dengan pemikiran Prof. Sugata Mitra (2025) dari Newcastle University, Inggris, yang menyatakan bahwa “pendidikan masa depan harus memberi porsi besar pada kemandirian belajar dan eksplorasi bebas yang didukung teknologi.”
Selain itu, guru berharap kegiatan refleksi dapat memperkuat dialog antara siswa dan pendidik. Hubungan guru siswa yang demokratis diyakini mampu membuat proses belajar lebih bermakna. Dr. Pasi Sahlberg (2025), pakar pendidikan asal Finlandia, menekankan bahwa “mendengarkan suara siswa adalah inti dari sistem pendidikan progresif; sekolah yang baik adalah sekolah yang membangun keputusan bersama.” Pendapat ini semakin meneguhkan bahwa ruang partisipasi siswa perlu diperluas.
Kegiatan refleksi masa depan pendidikan juga membantu guru memahami harapan peserta didik, sehingga pembelajaran ke depan bisa lebih relevan. Beberapa guru mengaku terinspirasi oleh ide-ide segar yang muncul dari siswa, mulai dari integrasi AI dalam belajar, desain kelas fleksibel, hingga model pembelajaran berbasis minat. Keterlibatan siswa dalam merancang strategi pembelajaran dinilai mampu meningkatkan motivasi serta rasa kepemilikan terhadap proses belajar.
Dengan demikian, kegiatan refleksi yang dilakukan pada Hari Guru ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah penting membangun pendidikan yang lebih manusiawi, adaptif, dan visioner. Guru berharap tradisi ini dapat terus dilanjutkan setiap tahun sebagai cara untuk memastikan bahwa pendidikan selalu bergerak searah dengan kebutuhan dan mimpi generasi masa depan.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI