Evaluasi Dampak Pendidikan HAM terhadap Perilaku Sosial Siswa Sekolah Dasar
Keberhasilan Pendidikan HAM yang sesungguhnya di SD diukur
dari dampak nyatanya terhadap perilaku sosial siswa di lingkungan sekolah.
Evaluasi ini bertujuan mengukur apakah intervensi kurikulum HAM berkorelasi
dengan peningkatan perilaku prososial (seperti kerjasama, berbagi, dan mediasi
konflik) dan penurunan perilaku antisosial yang merupakan pelanggaran hak
(bullying dan agresi verbal).
Evaluasi ini menggunakan desain pra-pasca intervensi
(pre-post intervention design) dengan kelompok kontrol dan kelompok intervensi.
Data dikumpulkan menggunakan skala penilaian perilaku yang diisi oleh guru,
teman sebaya (peer rating), dan catatan anekdotal insiden konflik. Periode
observasi dilakukan sebelum dan diulang setelah periode implementasi kurikulum
HAM yang diperkuat selama satu semester.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan
dalam perilaku pro-sosial pada kelompok intervensi. Siswa menunjukkan
peningkatan frekuensi inisiatif untuk menyelesaikan konflik secara adil,
membantu teman yang kesulitan tanpa diminta, dan kemampuan untuk menghargai
keragaman pendapat dalam kelompok.
Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara tingkat
pemahaman HAM siswa dan frekuensi keterlibatan mereka dalam konflik yang
bersifat diskriminatif atau agresif. Ini menunjukkan bahwa kesadaran akan
hak-hak orang lain bertindak sebagai rem moral terhadap perilaku yang melanggar
hak. Semakin tinggi kesadaran, semakin rendah tingkat agresi.
Penting untuk mengontrol variabel pengganggu, seperti
lingkungan keluarga dan Hidden Curriculum sekolah. Perubahan perilaku paling
kuat terjadi di sekolah yang pimpinan dan stafnya secara konsisten mencontohkan
nilai-nilai HAM (misalnya, menerapkan disiplin positif), menunjukkan bahwa
lingkungan sekolah merupakan katalisator utama.
Disimpulkan bahwa Pendidikan HAM tidak hanya mengubah apa
yang diketahui siswa (kognitif) tetapi juga bagaimana mereka berinteraksi
(perilaku). Implikasi utamanya adalah perlunya kurikulum HAM yang lebih
berfokus pada pelatihan keterampilan sosial-emosional dan aplikasi praktis di
kehidupan sekolah melalui praktik peer mediation.
Author:
Firstlyta Bulan Aulya Ahmad
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI