Era 5.0: Teknologi Kian Dekat dengan Dunia Pendidikan
Memasuki era Society 5.0, dunia pendidikan di Indonesia mengalami percepatan transformasi yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Konsep pendidikan kini berfokus pada pemanfaatan teknologi yang human-centered atau berpusat pada kebutuhan manusia. Pendekatan ini mendorong pembelajaran yang lebih personal, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan zaman. Berbagai inovasi mulai diterapkan di sekolah untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif. Perubahan ini menjadi momentum penting bagi pendidikan Indonesia untuk melangkah ke tingkat yang lebih maju.
sumber gambar (https://tulangbawangkab.go.id/files/utama/2021/1640784469Society-5.0-700x400-1.jpg)

Teknologi seperti kecerdasan buatan, robotika, big data, dan Internet of Things semakin dekat dengan kegiatan belajar mengajar. Guru dan siswa dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengakses informasi dengan lebih cepat dan akurat. Penggunaan teknologi ini membantu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan mudah dipahami siswa. Sekolah juga mulai menghadirkan berbagai media pembelajaran digital yang menarik dan interaktif. Semua hal tersebut menjadikan teknologi sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan masa kini.
Pemanfaatan teknologi di era 5.0 membantu proses pembelajaran menjadi lebih efisien. Siswa dapat belajar melalui aplikasi edukasi, platform daring, dan media interaktif yang tersedia kapan saja. Metode ini tidak hanya memperluas akses belajar, tetapi juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai kecepatan masing-masing. Teknologi memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya dan variatif dibandingkan metode tradisional. Dampaknya, siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.
Penerapan teknologi juga mempermudah guru dalam mengelola proses pembelajaran. Guru dapat merancang bahan ajar digital yang lebih menarik, melakukan asesmen secara otomatis, dan memantau perkembangan siswa dengan lebih mudah. Selain itu, teknologi memungkinkan guru berkolaborasi dengan rekan sejawat dari berbagai daerah untuk saling berbagi praktik baik. Proses pengajaran menjadi lebih efektif karena guru memiliki dukungan yang kuat dari berbagai aplikasi dan perangkat digital. Transformasi ini menjadikan profesi guru lebih dinamis dan adaptif.
Menghadapi era 5.0, sekolah dituntut untuk membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi teknologi. Banyak sekolah mulai melakukan digitalisasi, seperti penggunaan perpustakaan digital, kelas virtual, dan sistem manajemen sekolah berbasis teknologi. Langkah ini merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pendidikan modern yang semakin kompleks. Sekolah juga didorong untuk menyediakan fasilitas teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh siswa. Dengan demikian, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif dan futuristik.
Meskipun demikian, tantangan dalam penerapan teknologi di dunia pendidikan masih cukup besar. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas teknologi yang memadai, terutama di daerah 3T. Guru juga masih membutuhkan pelatihan intensif untuk meningkatkan kemampuan literasi digital mereka. Selain itu, kesenjangan akses internet masih menjadi kendala yang harus segera ditangani. Tantangan ini perlu mendapatkan perhatian serius agar transformasi teknologi dapat dirasakan secara merata.
Melihat perkembangan yang terus terjadi, berbagai pihak optimis bahwa era Society 5.0 akan membawa perubahan positif bagi pendidikan Indonesia. Teknologi yang digunakan secara bijak dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas. Generasi muda akan memiliki keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan masa depan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan di era digital. Dengan dukungan bersama, Indonesia mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih adaptif dan kompetitif.
Penulis: Arika Rahmania
Editor: Arika Rahmania