Efektivitas Metode Storytelling dalam Mengajarkan Konsep HAM Dasar di SD
Metode Storytelling (bercerita) adalah alat pedagogis yang
sangat kuat di jenjang SD karena memanfaatkan imajinasi dan koneksi emosional
anak. Metode ini sangat efektif dalam mengajarkan konsep HAM yang abstrak,
mengubahnya menjadi pengalaman yang berkesan dan mudah diinternalisasi.
Kerangka konseptual metode ini didasarkan pada teori belajar
sosial dan perkembangan moral anak. Metode eksperimen kuasi dapat digunakan
untuk membandingkan kelompok yang diajar dengan storytelling dan kelompok
kontrol. Narasi yang digunakan didesain khusus memuat dilema moral sederhana
dan skenario pelanggaran hak anak yang relevan.
Implementasi dilakukan dengan narasi yang menempatkan siswa
pada posisi karakter yang haknya dilanggar (misalnya, bullying atau
diskriminasi). Cerita diikuti dengan sesi dialog terbuka dan refleksi mendalam,
yang bertujuan memandu siswa untuk menganalisis situasi tersebut dari
perspektif hak.
Temuan efektivitas kognitif menunjukkan bahwa kelompok
storytelling memiliki peningkatan pemahaman konsep HAM yang lebih tinggi karena
visualisasi dan konteks emosional membantu daya ingat. Siswa lebih mudah
mengingat dan mengaplikasikan prinsip non-diskriminasi jika dikaitkan dengan
nasib karakter yang mereka sukai.
Dampak afektif dan perilaku storytelling terbukti
signifikan. Keterlibatan emosional melalui cerita mendorong empati.
Storytelling yang diakhiri dengan solusi berbasis hak berkorelasi positif
dengan peningkatan perilaku prososial, karena siswa termotivasi untuk meniru
tindakan karakter yang adil.
Sebagai kesimpulan, storytelling adalah strategi yang sangat
direkomendasikan untuk Pendidikan HAM di SD. Guru disarankan mendapatkan
pelatihan khusus dalam merancang dan memfasilitasi dialog pasca-cerita,
memastikan bahwa narasi yang disampaikan secara eksplisit mengarah pada nilai
dan prinsip HAM universal.
Author:
Firstlyta Bulan Aulya Ahmad
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI