Edukasi Mitigasi Melalui Permainan Tradisional bagi Siswa PAUD
Sumber:
Gemini AI
Pendidikan
mitigasi bencana pada anak usia dini harus disampaikan dengan pendekatan yang
sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Anak PAUD belajar paling efektif
melalui bermain, bukan ceramah atau penjelasan abstrak. Oleh karena itu,
permainan tradisional menjadi media yang potensial untuk mengenalkan konsep
mitigasi secara alami, menyenangkan, dan tidak menakutkan.
Permainan
tradisional memiliki nilai budaya sekaligus pedagogis. Melalui permainan
seperti engklek, ular naga, atau petak umpet, anak dapat dilatih keterampilan
dasar seperti mengikuti aturan, bergerak terkoordinasi, dan merespons
instruksi. Nilai-nilai ini relevan dengan mitigasi bencana, seperti mengikuti
jalur evakuasi, bergerak bersama, dan mendengarkan arahan guru.
Dalam konteks
mitigasi, permainan dapat dimodifikasi dengan memasukkan unsur keselamatan.
Misalnya, permainan baris-berbaris sederhana dapat digunakan untuk melatih anak
berjalan tertib menuju titik tertentu. Permainan menirukan gerakan juga bisa
dimanfaatkan untuk mengenalkan respons sederhana saat gempa, seperti berjongkok
atau melindungi kepala, tanpa menyebutkan bencana secara eksplisit.
Keunggulan
permainan tradisional adalah suasana belajar yang positif dan minim tekanan.
Anak tidak merasa sedang dilatih menghadapi bahaya, melainkan sedang bermain
bersama teman. Pendekatan ini penting agar anak tidak mengembangkan rasa takut
berlebihan terhadap fenomena alam. Mitigasi dikenalkan sebagai kebiasaan, bukan
ancaman.
Peran guru PAUD
sangat penting dalam merancang dan memandu permainan bermakna. Guru perlu
memastikan permainan aman, sederhana, dan sesuai usia. Selain itu, guru dapat
memberikan refleksi singkat setelah bermain, menggunakan bahasa yang ringan dan
positif, seperti mengaitkan permainan dengan cara menjaga diri dan teman.
Melalui permainan
tradisional, edukasi mitigasi di PAUD dapat dilakukan secara holistik dan ramah
anak. Anak belajar tanpa sadar bahwa mereka sedang membangun keterampilan
keselamatan dasar. Pendekatan ini mendukung tujuan pendidikan anak usia dini,
yaitu menumbuhkan rasa aman, percaya diri, dan kesiapan menghadapi lingkungan
sekitar.
Editor: Firstlyta
Bulan