DARI PGHB HINGGA PGRI: EVOLUSI PERGERAKAN GURU INDONESIA
Sumber gambar: https://share.google/LySG5ZWikEamlhSzc
Perjalanan guru dalam sejarah Indonesia mengalami transformasi panjang. Semuanya bermula pada tahun 1912, ketika Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) didirikan sebagai wadah perjuangan para guru sekolah rakyat. Pada masa itu, guru bukan hanya mengajar tetapi juga memperjuangkan hak-hak sosial dan pengakuan profesi di tengah kolonialisme.
Seiring berkembangnya kesadaran nasional, guru menjadi bagian penting dari pergerakan kemerdekaan. Mereka mulai menyadari bahwa pendidikan dapat menjadi alat untuk membangkitkan rasa cinta bangsa. Banyak guru yang terlibat dalam organisasi pergerakan atau mengajar diam-diam nilai-nilai nasionalisme kepada murid.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, para guru memberikan kontribusi besar dalam membangun sistem pendidikan nasional. Pada 25 November 1945, para guru dari berbagai organisasi memutuskan untuk bersatu membentuk Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Keputusan ini menunjukkan bahwa guru ingin berperan bukan hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam pembangunan bangsa.
Penetapan Hari Guru Nasional pada tahun 1994 yang bertepatan dengan hari lahirnya PGRI menjadi wujud apresiasi dari bangsa atas perjuangan panjang guru. Hari ini bukan sekadar tanggal perayaan, tetapi simbol persatuan dan semangat profesionalisme.
Kini, perjuangan guru tidak lagi dalam bentuk fisik melawan penjajah, tetapi melawan keterbatasan akses pendidikan, ketimpangan fasilitas, dan tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi. Meski berubah bentuk, esensi perjuangan tetap sama: mencerdaskan bangsa.
Dengan sejarah panjang tersebut, Hari Guru mengingatkan kita bahwa profesi ini dibangun atas semangat perjuangan, pengorbanan, dan integritas yang tidak ternilai. Tanpa guru, perjalanan pendidikan Indonesia tidak akan memiliki arah yang jelas.
Author: Adinda Budi Julianti
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI