Dari Masjid Kampus ke Ruang Kelas: Meneladani Rasulullah
Masjid kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan nilai keilmuan. Dari masjid kampus, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat mengalir ke ruang kelas dan kehidupan akademik sehari-hari, membentuk sivitas akademika yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas.
Al-Qur’an menegaskan bahwa Rasulullah merupakan teladan terbaik bagi umat manusia. Allah SWT berfirman, “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (QS. Al-Ahzab: 21). Ayat ini menjadi landasan bahwa nilai keislaman yang dipelajari dan diamalkan di masjid kampus perlu terintegrasi dengan aktivitas pembelajaran di ruang kelas.
Rasulullah SAW juga mencontohkan bahwa masjid merupakan pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam berbagai riwayat, Rasulullah menjadikan masjid sebagai tempat belajar, berdiskusi, dan membangun peradaban berbasis ilmu dan akhlak. Hadis yang menyebutkan keutamaan menuntut ilmu menegaskan bahwa pencarian ilmu merupakan ibadah yang bernilai tinggi (HR. Muslim).
Dalam konteks pendidikan tinggi, integrasi nilai masjid kampus dan ruang kelas dapat diwujudkan melalui pembelajaran berbasis nilai, penguatan etika akademik, serta keteladanan dosen dalam mengamalkan ilmu secara bertanggung jawab. Mahasiswa tidak hanya dituntut cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan moral dan spiritual dalam setiap aktivitas akademik.
Dengan membawa spirit masjid kampus ke ruang kelas, keteladanan Rasulullah diharapkan mampu menumbuhkan budaya akademik yang humanis, jujur, dan berorientasi pada kemaslahatan. Integrasi nilai spiritual dan keilmuan ini menjadi fondasi penting dalam membangun kampus yang bermartabat dan berkelanjutan.
Referensi
Al-Qur’an al-Karim. QS. Al-Ahzab: 21.
Muslim, I. H. Ṣaḥīḥ Muslim. Riyadh: Dār Ṭayyibah.
Lickona, T. (2018). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Penulis : Wasis Suprapto
Editor : Naela Zulianti Ashlah